Header Ads

MATERI LENGKAP MANAJEMEN

A.    Konsep Dasar
1.      Pengertian Manajemen
·   (Prof. Dr. Husaini Usman, 2002, p. 8) Menurut Hughes, et al Manajemen adalah Berkenaan dengan efesiensi, perencanan,kertas kerja, prosedur, pelaksanaan regulasi, pengawasan dan konsistensi.
·   (Dr. Ulber Silalahi, 2003, p. 8) Menurut Mary Parker Follet Manajemen adalah “Management is the art of getting things done with and throught other people
·   (Drs. Brantas, 2009, p. 8) Menurut G.R Terry Manajemen adalah Usaha-usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan oranglain.
·   (Prof. Dr. Husaini Usman, 2002, p. 8) Menurut Parker (Stoner&Freeman) Manajemen adalah Seni melaksanaan pekerjan melalui orang-orang. (The art of getting things done throught people)
·   (Dr. Ulber Silalahi, 2003, p. 8)Menurut Jhon R. Schermerhorn, Jr. Manajemen adalah Management is the process of palnning, organizing, leading, and controlling the use of resources to accomplish performance goals.

2.       Prinsip-Prinsip Manajemen
·         (Firman, 2013, p. 1)
    1. Pembagian kerja.
    2. Wewenang yang sama dengan tanggung jawab.
    3. Disiplin.
    4. Kesatuan komando.
    5. Kesatuan pengarahan.
    6. Kepentingan individu berada di bawah kepentingan organisasi.
    7. Balas jasa yang wajar dan adil.
    8. Sentralisasi.
    9. Sistem skalar yang menunjang lancarnya komunikasi, informasi, dan koordinasi.
    10. Menempatkan pekerja sesuai dengan tingkat kemampuannya (the rigth man on the rigth place).
    11. Perlu adanya keadilan dan saling mengasihi.
    12. Perlu stabilitas jabatan pekerja, jangan berpindah-pindah dalam waktu yang pendek.
    13. Perlu inisiatif.
    14. Perlu diciptakan rasa bersatu dan senasib (esprit de-corps).
·      (Firman, 2013, p. 2) Menurut hogheds mengemukakan ada 15prinsip manajemen, yaitu:
1.   Kesatuan perintah,
2.   Rentangan pengawasan,
3.   Keseragaman
4.   Pendelegasian,
5.   Perencanaan,
6.   Penyusunan kebijakan,
7.   Kepemimpinan,
8.   Fungsi staff,
9.   Keseimbangan/keselarasan,
10.  Koordinasi
11.  Tanggung-jawab dan wewenang,
12.  Keputusan,
13.  Standardisasi
14.  Pengawasan,
15.  Keluwesan
·         (Dr. Wilson Bangun S. M., 2008, hal. 18)Menjelaskan bahwa Robert Owen (1771-1858) mengemukakan bahwa prinsip-prinsip manajemen adalah :
1.      Pengurangan jam kerja karyawan
2.      Menyediakan makanan bagi karyawan di pabrik
3.      Mendirikan toko yang menjual kebutuhan karyawan dengan harga sesuai
4.      Meningkatkan usia kerja minimum
5.      Menyediakan fasilitas perumahan bagi karyawan.
1.        (John R. Schermerhorn, 1996, hal. 33) mengatakan bahwa Menurut Frederick W Taylor dalam bukunya The Principles Of Scientific Management tahun 1911Prinsip-prinsip Manajemen dibagi ke dalam empat kelompok :
1.      Mengembangkan suatu ‘ilmu’ untuk setiap pekerjaan, termasuk pedoman dalam bergerak, melakukan standarisasi pekerjaan serta menerapkannya, dan menciptakan kondisi kerja yang layak.
2.      Memilih karyawan secara cermat sehingga terdapat kesesuaian antara kemampuan dan pekerjaan.
3.      Melatih karyawan tersebut untuk melaksanakan pekerjaan dan memberikan insentif kepada mereka sehingga bersedia melakukan pekerjaan yang telah diilmiahkan tersebut.
4.      Membantu para karyawan tersebut dengan cara merencanakan pekerjaan mereka serta mengusahakan supaya cara-cara yang telah ditentukan selalu diterapkan dalam pekerjaan.

3.      Fungsi Manajemen
·         (Drs. Brantas, 2009, p. 37) Menurut Luther Gulick ad LP Uwick Fungsi-fungsi manajemen adalah a. Palnning; b. Staffing; c. Organizing; d. Directing; e. Coordinating; f. Reporting;g. Budgetting.
·         (Rue G. R., 1992, p. 9)Menurut buku dasar-dasar menajmen :
a.   Planning - Menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.
b.   Organizing – mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
c.    Staffing – menentukan keperluan sumber daya manusia, pengarahan, penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja.
d.   Motivating – mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan-tujuan.
·      (Saefullah E. T., 2000, p. 8) Menurut Griffin fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut :
1.      Planning (Perencanaan)
2.      Organizing (Pengorganisasian)
3.      Leading (Kepemimpinan)
4.      Controlling (Pengawasan)
·         (Robbins S. P., 2010, p. 9) dalam buku ini menjelaskan bahawa fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut :
1)      Perencanaan (Planning)
2)      Penataan (Organizing)
3)      Kepemimpinan (Leading)
4)      Pengendalian (Controlling)

5.      Pentingnya Manjemen Dalam Organisasi
·         (Hasibuan, 2001)Menurut buku Hasibuan :
1.      Pekerjaan itu berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
2.      Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna.
3.       Manajemen yang baikm dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki.
4.       Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan.
5.       Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi.
6.       Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi.
7.      Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisasi, komunikasi yang kontruktif,  seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
8.       Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan juga perkembangan agar lebih baik lagi.

·   (Terry, 2013, p. 8) Menurut GR. Terry
        Pentingnya pengorganisasian menyebabkan timbulnya sebuah struktur organisasi, yang dianggap sebagai sebuah kerangka yang masih dapat menggabungkan usaha-usaha mereka dengan baik.Dengan kata lain, salah satu bagian “tugas pengorganisasian adalah mengharmoniskan kelompok orang yang berbeda, mempertemukan macam-macam kepentingan dan memanfaatkan kemampuan-kemampuan kesemuanya kesuatu arah tertentu.” Pendapat ini dikemukakan oleh .
         Sebenarnya yang dimaksud dalam tulisan diatas adalah perlu adanya tindakan-tindakan simultan units individu atau yang terpisah yang secara bersama-bersama dapat menghasilkan suatu efek total yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah komponen-komponen individual. Jadi pengorganisasian merupakan sebuah kasus yang dapat menimbulkan efek yang sangat baik dalam upaya menggerakkan seluruh aktifitas dan potensi yang bisa diwadahi serta sebagai pengawasan manajerial.
6.    Ilmu dan Seni Manjemen
·           (Handayaningrat, 1995, hal. 24)Ilmu mengajarkan kita tentang sesuatu, sedangkan seni mengajarkan kita bagaimana sesuatu hal dilakukan.
Jadi kaitan ilmu dan seni manajemen adalah ketika pengaplikasian ilmu manajemen menggunakan seni sebagai kecakapan kita menjalankan ilmu tersebut.

·    (Drs. Brantas, 2009, p. 24)
           Manajemen adalah ilmu pengetahuan maupun seni.Ada suatu pertumbuhan yang teratur mengenai manajemen –suatu ilmu pengetahuan- yang menjelaskan manajemen dengan pengacuan kepada kebenaran-kebenaran umum.Seni adalah pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan.

·  (Hasibuan, 2001, p. 15)Dalam buku Manajemen :
  Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang telah disistematiskan, dikumpulkann, dan diterima menurut pengertian  kebenaran umum mengenai keadaan suatu objek dan subjek tertentu.
Sedangkan Seni adalah sesuatu kreativitas pribadi yang kuat dan disertai keterampilan.
Karena itu seseoarang yang mempunyai pengetahuan luas tentang manajemen, bisa saja gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagi seorang manjeryang kompeten jika ia cenderung seperti peran seorang artis, dan bukan seorang scientist, namun dalam praktek kedua hal ini tidak dapat dipisah-pisahkan.
Perbedaan antara science dan art adalah:


    Science :                                                                    Art :
    Berkembang secara teoritis                                        Berkembang secara praktis
    Membuktikan                                                            Merasa
    Meramalkan                                                   Menerka
    Member defenisi                                                        Menguraikan/Mengajarkan
Memberikan kepastian/ukuran.                          Memberi Pendapat

Kesimpulannya :
1.      Pengertian Manajemen
   Suatu proses kegiatan kerja yang bertujauan untuk mencapi tujuan yang efektif dan efesien melalui orang lain.
2.      Prinsip Manajemen
Banyak sekali ahli-ahli mengemukakan fungsi-fungsi manajemen tetapi intinya mempunyai nafas yang bersamaan.Setiap ahli juga mempunyai cara-cara tersendiri.Jadi menurut saya semua pembagian fungsi tersebut bisa saling mengisi.Dengan banyak funsi itu kita dapat memilih fungsi-fungsi yang dianggap perlu dan yang kurang penting.Dalam pemilihan itu bertujuan untuk adanya ketertiban dan keteraturan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab hingga bisa mencapai egfektifitas dan efesiensi kerja yang optimal.
3.      Fungsi Manajemen
   Menentukan fungsi manajemen yang paling penting adalah seperti berusaha untuk menentukan kaki yang mana yang paling penting pada sebuah kursi.Semua kakinya adalah penting dan harus ada agar kursi itu dapat berfungsi dengan baik. Tepat seperti dengan kursi itu, kalau salah satu dari fungsi-fungsi manajemen itu lemah, maka proses manajemen itu tidak berfungsi dengan baik.
4.      Pentingnya Manjemen dalam Organisasi
   Seperti diketahui ilmu manajemen berkembang terus hingga saat ini. Ilmu manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajer.keseluruhan tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah rnenghasilkan teori-teori manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehingga manajer dapat menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu.
   Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi bagaimanapun kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik.kita ambil contoh pada pembangunan Piramida Giza, tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang tanpa memedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
   Dari keterangan di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
5.      Ilmu dan Seni Manajemen
   Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, dapat dipahami unsur dari keduanya tidak dapat dipisahkan.Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi sebuah teori.Hal ini dikarenakan dalam menjelaskan gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini telah diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam bentuk sebuah teori.
   Sedangkan manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa didalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerjasama dengan orang lain, bagaimana cara memerintahkan orang lain agar dapat bekerjasama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur), untuk mengatur inilah diperlukan sebuah seni, dimana orang lain melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.

B. Evolusi Perkembangan Manajemen
1. Para Perintis Manajemen
·   (Robbins S. P., 2010, p. 35)Frederick Winslow Taylor (1856-1915) adalah bapak manajemen ilmiah. Iya berupaya menciptakan sebuah revolusi mental di kalangan para pekerja dan para manajer dengan cara mendefinisikan berbagai panduan yang jelas untuk meningkatkan efisiensi produksi.

·   (Drs. Brantas, 2009, p. 41)Rebert Owen (1771-1858) seorang manajer pabrik permintalan kapas di New Lamark Skotlandia, menekankan pentingnya unsure manusia dalam produksi. Dia membuat perbaikan-perbaikan dalam kondisi kerja. Ia juga mengemukakan bahwa melalui perbaikan kondisi pegawailah yang akan menaikkan produksi dan keuntungan (Laba), dan inventasi yang paling menguntungkan pada pegawai. Owen juga mengembangkan sejumlah prosedur kerja yang memungkinkan peningkatan produktivitas.


·   (Drs. Brantas, 2009, p. 45)Henry Fayol (1841-1925) seorang industrialis Perancis, mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi yang kompleks. Dalam teori administrasinya Fayol merinci manajemen menjadi lima unsure yaitu,,Planning, Organizing, Coordinating, Commanding, dan Controlling (P.O.C3).

·   (M.Pd., 1988, p. 17)L. Thomas Hopkins yaitu salah satu tokoh aliran system yang menekankan bahwa pandangan menyeluruh yang disebutnya “who leness” sangat penting dalam pendekatan sistim.

·   (Robbins t. P., 2009, p. 37)Frank dan Lillian Gilbreth. Frank seorang kontaktor kontruksi kawakan, memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mendalami manajemen ilmiah. Sedangkan Lillian seorang Psikolog. Pasangan Gilbreth juga bereksperimen dengan desain dan pemakaian alat dan perangkat yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja pelaksanaan pekerjaan.
2.  Mazhab-mazhab manajemen
·         (Hasibuan, 2001, p. 23)Menurut GR. Terry Mazhab-mazhab manajemen adalah:
1.      Mazhab Manajemen berdasarkan  kebiasaan (Management by Custom School)
2.      Mazhab Manajemen Ilmiah (Scientific Management School)
3.      Mazhab Perilaku(Behaviour School)
4.      Mazhab Social (The Social School)
5.      Mazhab Manajemen system (System Management School)
6.      Mazhab Manajemen berdasaran keputusan (Decisional Management School)
7.      Mazhab Pengukuran kuantitatif (Quantitative School)
8.      Mazhab Proses manajemen (Management Process)
9.      Mazhab Manajemen Menurut Keadaan (Contingency Management School)

·            (J.Winardi, 2005, p. 96) Menurut N. Paul Loomba dalam bukunya yang berjudul Management-A Quantitative Perspective membahas lima macam mazhab manajemen, yaitu (Loomba,1976) :
1.      Manajemen ilmiah
2.      Manajemen administrative
3.      Hubungan antarmanusia
4.      Ilmu tentang perilaku
5.      Ilmu manajemen ( Management Science or Operations Research)

·         (J.Winardi, 2005, p. 97) Menurut David D. Van Fleet dalam bukunya Contemporary Management mengemukakan pembagian sebagai berikut :
1.      Mazhab Kalsik, yang mencakup dua subbidang, yakni:
a.       Manajemen ilmiah
b.      Manajemen administrative
2.      Mazhab Behaviorial, yang menekankan pada:
a.       Studi-studi Hawthorne yang menimbulkan aliran
b.      Hubungan anatarmanusia (human rekations).
3.      Mazhab Kuantitatif yang terdiri dari tiga macam cabang yaitu:
a.       Teori system
b.      Teori kontingensi

      Kesimpulannya :
1.      Para perintis Manajemen
Para perintis manajemen adalah tokoh-tokoh yang berperan penting dalam kegiatan pelaksanaan manajamen.
2.      Mazhab-Mazhab Manajemen
Dalam Manajemen dapat kita temukan aneka macam klasifikasi yang berbeda tentang mazhab manajemen.Kita harus mengingat bahwa upaya untuk melaksanakan kalsifikasi tidak selalu menyebabkan munculnya kategori-kategori bersih. Jadi, apa yang kita namakan mazhab manajemen hendaknya jangan dianggap sebagai klasifikasi ketat tentang pemikiran manajemen, melainkannsebagai alat untuk mengorganisasi ide-ide untuk tujuan komunikasi, belajar, dan mengajar.


No comments

Contoh LK 3.1 Best Practice PPG Daljab Kategori 2 tahun 2022

Silahkan klik link dibawah ini untuk download:   Contoh LK 3.1 Best Practice

Powered by Blogger.