Header Ads

MATERI MANAJEMEN LENGKAP


A.    Pengertian Manajemen

(Allen, 1962, p. 5) Mengatakan bahwa “manajemen adalah suatu djenis pekerdjaan  chusus jang menghendaki ichtisar mental dan fisik jang diperlukan untuk memimpin, merentjanakan, menjusun, mengawasi serta meneliti”.
(Ivancevich, 1992, p. 110) Menjelaskan : Management will be defined as the application of planning, organizing, staffing, directing, and controlling functions in the most efficient manner possible to accomplish objektives.
“Manajemen dapat di definisikan sebagai penggunaan perencanaan, pengorganisasian, pengerjaan, pengarahan, dan fungsi pengendalian dalam cara yang paling efisien untuk mencapai sasaran”
(Prof. Dr. H. Makmur, 2009, p. 6) Menerangkan bahwa pandangan menurut Malayu S.P Hasibuan, 1995 tentang “ Manajemen adalah ilmu dan seni untuk mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu”
(Burrow, 1984, p. 470) Said “Management is process of accomplishing the goals of an organization through the effective use of people and other resources. Other resources include money, buildings, equipment, and materials. Studies of all types of managers have shown that their activities can be grouped within four functions : (1) Planning, (2) Organizing, (3) Leading, (4) Controlling”.
(Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, 2012, p. 17) mengatakan bahwa menurut Ordway Tead “Management is the process and agency which direct and guides the operations of an organization in the realizing of estabilished aims”
“Manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.
Kesimpulan :
Manajemen adalah suatu proses atau kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan menggunakan kegiatan orang lain.

B.     Prinsip-Prinsip Manajemen
(John R. Schermerhorn, 1996, p. 33) mengatakan bahwa Menurut Frederick W Taylor dalam bukunya The Principles Of Scientific Management tahun 1911Prinsip-prinsip Manajemen dibagi ke dalam empat kelompok :
1.      Mengembangkan suatu ‘ilmu’ untuk setiap pekerjaan, termasuk pedoman dalam bergerak, melakukan standarisasi pekerjaan serta menerapkannya, dan menciptakan kondisi kerja yang layak.
2.      Memilih karyawan secara cermat sehingga terdapat kesesuaian antara kemampuan dan pekerjaan.
3.      Melatih karyawan tersebut untuk melaksanakan pekerjaan dan memberikan insentif kepada mereka sehingga bersedia melakukan pekerjaan yang telah diilmiahkan tersebut.
4.      Membantu para karyawan tersebut dengan cara merencanakan pekerjaan mereka serta mengusahakan supaya cara-cara yang telah ditentukan selalu diterapkan dalam pekerjaan.
(Dr. Wilson Bangun, 2008, p. 18)Menjelaskan bahwa Robert Owen (1771-1858) mengemukakan bahwa prinsip-prinsip manajemen adalah :
1.      Pengurangan jam kerja karyawan
2.      Menyediakan makanan bagi karyawan di pabrik
3.      Mendirikan toko yang menjual kebutuhan karyawan dengan harga sesuai
4.      Meningkatkan usia kerja minimum
5.      Menyediakan fasilitas perumahan bagi karyawan

C.    Prinsip – Prinsip Manajemen

(Endang, 2008, p. 20)
1. Pembagian Kerja (Division of Labour)
Pembagian kerja dalam suatu badan sangat diperlukan untuk membedakan seseorang dalam suatu perusahaan, apakah ia pemimpin, pelaksana, staf dan lain sebagainya. Baik buruknya pembagian kerja banyak menentukan berhasil guna dan berdaya guna.
2. Kekuasaan (wewenang) dan Tanggung Jawab (Authority and Responsibility)
Setiap pejabat/pimpinan dalam suatu badan tertentu harus mempunyai kekuasaan dan tanggung jawab. Kekuasaan, wewenang (authority) adalah hak untuk mengambil keputusan sehubungan tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan yang dikerjakannya.
3. Disiplin (Discipline)
Disiplin merupakan sesuatu yang menjadi dasar bagi kekuatan suatu badan atau perusahaan. Setiap pihak yang terlibat dalam suatu badan harus ada kedisiplinan untuk melakukan suatu pekerjaan, menaati peraturan yang dibuat oleh badan tersebut. Pimpinan harus dapat memberi teladan kepada bawahan dengan jalan memenuhi peraturan dan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
4. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Untuk memperlancar pencapaian tujuan, perlu adanya kesatuan perintah dari atasan kepada bawahan atau seorang pegawai menerima perintah dari seorang atasannya.
5. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Dengan prinsip kesatuan arah dimaksudkan seorang kepala dan pegawainya tidak boleh bertentangan antara satu sama lain dalam mencapai suatu tujuan secara keseluruhan.
6. Kepentingan Individu Harus Berada di Bawah Kepentingan
Umum ( Subordinate of Individual Interest to General Interest) Prinsip ini dimaksudkan bahwa kepentingan umum atau perusahaan secara keseluruhan harus berada di atas kepentingan pribadi.
7. Pembayaran Upah yang Adil (Remuneration of Personal)
Dalam pemberian upah kepada pegawai harus adil atau tidak berat sebelah, ada dasar-dasar objektif dalam menetapkan upah masing-masing pegawai.
8. Pemusatan (Centralization)
Suatu wewenang dapat dipusatkan dan dapat didelegasikan kepada pejabat-pejabat tertentu untuk memperlancar jalannya suatu perusahaan.
9. Rantai Skalar atau Scalar Chain (Line of Authority)
Dengan prinsip ini dimaksudkan bahwa garis wewenang dalam suatu organisasi haruslah jelas.
10.Tata Tertib (Order)
Dalam melakukan suatu usaha harus ada ketertiban baik secara material maupun orang-orang, sehingga ada aturan yang harus dijalankan.
11.Keadilan (Equity)
Agar setiap bawahan setia kepada atasannya, maka masingmasing atasan harus mempraktikkan keadilan yakni memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya.
12.Stabilitas Pegawai (Stability of Tenure of Personal)
Keberadaan pegawai harus dijaga kestabilannya, jangan terlalu sering pergantian pegawai, baik karena pemindahan atau pemecatan. Ketidakstabilan pegawai akan menimbulkan pertambahan biaya, baik merekrut, melatih dan juga untuk pengawasan.
13.Inisiatif (Initiative)
Setiap orang atau pegawai diberi kesempatan untuk mengungkapkan atau menjalankan inisiatif, baik mengenai cara kerja, prosedur kerja atau menjalankan rencana baru dalam pekerjaannya.
14.Jiwa Kesatuan (Esprits de Corps)
Pada diri setiap pegawai atau manajer perlu ditanamkan jiwa kesatuan atau kesetiaan pada kelompok, sehingga dapat bekerja sama pada sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama.

(Fazani, 2013, hal. 8)
Prinsip-prinsip manajemen yaitu pembagian kerja,kekuasaan dan tanggung jawab,disiplin,kesatuan perintah,kesatuan arah,kepentingan individu harus berada di bawah kepentingan,pembayaran upah yang adil,pemusatan,rantai skalar,tata tertib,keadilan,stabilitas pegawai,inisiatif,dan jiwa kesatuan.

(Storrs, 1945, hal. 43)
Ke-14 Prinsip-Prinsip Manajemen dari Henri Fayol (1841-1925) adalah:
1.      Divisi Kerja. Spesialisasi memungkinkan individu untuk membangun pengalaman dan untuk terus meningkatkan keahliannya. Dengan demikian individu tersebut dapat menjadi lebih produktif.
2.      Otoritas. Hak untuk mengeluarkan perintah, namun harus dengan tanggung jawab yang seimbang sesuai fungsinya.
3.      Disiplin. Karyawan harus mematuhi peraturan atau memiliki disiplin, tetapi ini memiliki dua sisi: karyawan hanya akan mematuhi perintah jika manajemen memainkan peran mereka dengan memberikan teladan kepemimpinan yang baik.
4.      Kesatuan Komando. Setiap pekerja harus mempunyai satu bos tanpa ada komando lain yang bertentangan.
5.      Kesatuan Visi. Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan serupa harus memiliki tujuan yang sama dalam satu rencana. Hal ini penting untuk menjamin kesatuan dan koordinasi dalam perusahaan. Kesatuan komando tidak akan ada tanpa persamaan visi, tetapi hal ini tidak berarti harus sejalan dengan visi itu sendiri.
6.      Subordinasi kepentingan individu (demi kepentingan umum). Manajemen harus melihat bahwa tujuan dari perusahaan selalu penting.
7.      Remunerasi. Pembayaran/upah adalah motivator penting walaupun dengan menganalisis beberapa kemungkinan, Fayol menunjukkan bahwa tidak ada yang namanya sistem yang sempurna.
8.      Sentralisasi (atau Desentralisasi). Ini adalah masalah yang tergantung pada kondisi bisnis dan kualitas personel.
9.      Rantai skalar (Garis Otoritas). Sebuah hierarki diperlukan untuk kesatuan arah. Tapi komunikasi lateral juga merupakan hal mendasar yang diperlukan, selama atasan tahu bahwa komunikasi tersebut berlangsung. Rantai skalar mengacu pada jumlah tingkatan dalam hirarki dari otoritas tertinggi hingga tingkat terendah dalam sebuah organisasi. Garis Otoritas ini sendiri tidak boleh terlalu jauh jaraknya atau terdiri dari terlalu banyak tingkatan otoritas.
10.  Tatanan. Baik tatanan material dan tatanan sosial sama-sama diperlukan. Tatanan fisik/material akan meminimalkan waktu yang hilang dan penanganan bahan yang tidak berguna. Tatanan sosial dilakukan melalui organisasi dan seleksi.
11.  Ekuitas. Dalam menjalankan bisnis ‘kombinasi dari kebaikan dan keadilan’ mutlak diperlukan. Memperlakukan karyawan dengan baik adalah penting untuk mencapai ekuitas.
12.  Stabilitas Jenjang Karir Personel. Karyawan akan bekerja lebih baik jika keamanan pekerjaan dan kemajuan karir merupakan jaminan yang meyakinkan mereka. Jabatan yang tidak aman dan tingkat tinggi perputaran karyawan akan mempengaruhi organisasi secara keseluruhan.
13.  Inisiatif. Membiarkan seluruh personel untuk menunjukkan inisiatif mereka dalam berbagai cara adalah sumber kekuatan bagi organisasi. Meskipun mungkin juga melibatkan pengorbanan ‘kesombongan pribadi’ pada bagian dari banyak diri manajer.
14.  Esprit de Corps. Manajemen harus menumbuhkan semangat karyawannya. Dia lebih lanjut menyatakan bahwa: “bakat diperlukan untuk mengkoordinasikan usaha, mendorong ketajaman, mendayagunakan kemampuan masing-masing orang, dan imbalan jasa masing-masing yang mungkin tanpa menimbulkan kecemburuan dan mengganggu hubungan harmonis.”

Kesimpulan :
Prinsip-prinsip manajemen merupakan suatu pedoman yang digunakan dalam ilmu manajemen sebagai pengendali supaya pelaksaannya teratur secara sistematis dan tidak merambah ke aspek yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan

D.    Fungsi-Fungsi Manajemen
(Prof. Dr. Husaini Usman, 2009, p. 30)Mengemukakan bahwa Gullick 7 Urwick (1937) menerangkan fungsi-fungsi manajemen adalah :
1.      Planning
2.      Organizing
3.      Staffing
4.      Directing
5.      Coordinating
6.      Reporting
7.      Budgeting
Dengan akronim POSDCoRB.

(Dr. Wilson Bangun, 2008, p. 21)
Menjelaskan bahwa menurut Henry Fayol dalam bukunya “Administration Industrielle et General” bahwa fungsi-fungsi manajemen :
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing)
3.      Pemberian Perintah (Commanding)
4.      Pengkoordinasian (Coordinating)
5.      Pengawasan (Controlling)

(Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, 2012, p. 53)
Menjelsakan bahwa fungsi manajemen terbagi kedalam dua point penting, yaitu :
1.      Fungsi organik
Fungsi mutlak yang harus dilakukan seperti: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan (George R Terry), sedangkan ketidakmampuan melaksanakan salah satu fungsi akan mengakibatkan kegagalan, kelambatan dan matinya organisasi.
2.      Fungsi Pelengkap
Fungsi yang tidak mutlak dilakukan tetapi sebagai memberikan dukungan, memperlancar sehingga semakin efektif, efisien dan ekonomis misal: komunikasi, penyediaan kantor, motivasi kepribadian, seminar dan sebagainya.

(Handayaningrat, 1995, p. 20)
Menjelaskan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah :
1.      Perencanaan
2.      Pengorganisasian
3.      Penggerakkan
4.      Pengawasan
5.      Penilaian secara efektif dan efisien
(Dr. S.P Siaglan, 1893, p. 9)
Menerangkan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah yang disingkat POASCO :
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing)
3.      Pengumpulan sumber (Assembling resources)
4.      Pengendalian kerja (Suvervising)
5.      Pengawasan (Controlling)
6.       
Kesimpulan :
Fungsi-fungsi manajemen adalah fungsi atau peranan manajemen yang digunakan dalam suatu organisasi atau kegiatan yang berbentuk lembaga. Fungsi-fungsi nya sebagai berikut :
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing)
3.      Pengarahan (Actuating)
4.      Pengawasan (Controlling)

E.     Ilmu dan Seni Manajemen
(Sukirno, 2006, p. 7)
Ilmu (Science) adalah sekumpulan pengetahuan yang telah di sistematiskan, dikumpulkan, dan diterima menurut pengertian kebenaran umum mengenai keadaan suatu subjek dan objek tertentu.
Science management (Manajemen ilmiah) adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disitematiskan, dikumpulkan, dan diterima menurut pengertian kebenaran universal mengenai manajemen.
Seni (art) adalah suatu kreativitas pribadi yang kuat dan disertai keterampilan.
Seni manajemen meliputi kecakapan untuk melihat totalitas dari bagian-bagian yang terpisah dan berbeda-beda, kecakapan untuk menciptakan sesuatu gambaran tentang visi tertentu, kecakapan untuk menyatukan visi tersebut dengan skills atau kecakapan yang efektif.

Perbedaan Scince dan art
Berkembang secara teoritis
Membuktikan
Meramalkan
Memberikan definisi
Memberikan kepastian/ ukuran
Berkembang secara praktis
Merasa
Menerka
Menguraikan
Memberikan pendapat

(Nurhayati, 2010, p. 25) mengatakan bahwa : Manajemen merupakan ilmu pengetahuan maupun seni. Ada suatu pertumbuhan yang teratur mengenai manajemen (suatu ilmu pengetahuan) yang menjelaskan manajemen dengan pengacuan kepada kebenaran-kebenaran umum.
Seni adalah pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan. Ia dalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Seni manajemen menghendaki kreativitas, atas dasar dan dengan syarat suatu pengertian mengenai ilmu manajemen. Maka karena itu, ilmu pengetahuan dan seni manajemen merupakan komplemennya masing-masing, kalau yang satu meningkat, demikian pulalah harusnya yang lain, perlu ada suat keseimbangan antara keduanya.

MANAJEMEN
SENI
ILMU
-Daya cipta yang timbul dari dalam seseorang unutk mewujudkan sesuatu
-Kemahiran yang diperoleh dari praktik atau pengalaman
-Adanya objek pengenal
-Disusun secara sistematis
-Menggunakan metode keilmuan
-Bebas dari prasangka
-Dapat dipelajari dan diajarkan
Dasar
Dasar
-Perasaan
-Terkaan
-Diuraikan
-Opini (pendapat)
-Pembuktian
-Diramalkan
-Dirumuskan
-Diukur
-dibandingkan
Pengembangan
Pengembangan
-Latihan
-Pengetahuan

(Handoko, 2013, p. 11)
Hubungan antara teori dan praktek manajemen dapat dijelaskan bahwa praktek manajemen seharusnya selalu didasarkan atas prinsip-prinsip teori. Hubungan tersebut adalah :
Praktek à menimbulkan suatu teori à menghasilkan prinsip-prinsip à yang akan menjadi kaidah-kaidah à dasar pengembangan kegiatan manajemen dalam praktik.
Manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni, tetapi kombinasi dari kedunya. Manajemen merupakan ilmu yang berkembang dan menggunakan pendekatan seni untuk mengaplikasikan ilmu manajemen tersebut.
(Handayaningrat, 1995, p. 24) Ilmu mengajarkan kita tentang sesuatu, sedangkan seni mengajarkan kita bagaimana sesuatu hal dilakukan.
Jadi kaitan ilmu dan seni manajemen adalah ketika pengaplikasian ilmu manajemen menggunakan seni sebagai kecakapan kita menjalankan ilmu tersebut.
(Siswanto, 2010, p. 32) Seni adalah pengetahuan cara mengerjakan untuk mencapai suatu hasil yang konkrit dan diinginkan.Seni adalah keterampilan yang dikuasai dengan latihan sesuai sifat-sifat kepribadian orang bersangkutan; bakat pribadi (persoal aptitude) atau keterampilan (skill).Cara meningkatkan seni manajemen sama dengan cara meningkatkan seni yang lain yaitu melalui pelatihan dan pengalaman dan akan lebih baik lagi jika memiliki bakat karena pembawaan kodrati.Manajer harus memiliki seni bermanajemen (the art of managing) yang tidak lain merupakan bakat pribadi atau keterampilan untuk mengerjakan tugas.
Dengan berkembangnya manajemen sebagai ilmu melalui pengembangan berbagai teori dan teknologi manajemen bukan berarti mengurangi bahkan menghilangkan seni manajemen (art of management). Manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni bukannya saling bertentangan,melainkan saling melengkapi.Oleh karena itu semakin berkembang manajemen sebagai ilmu,seharusnya seni manajemen juga demikian.Keduanya mesti ditingkatkan bersama-sama sehingga pengembangan kemampuan bermanajemen didasarkan pada ilmu yang artistik (artistic science) atau penerapan ilmu yang dilandasi oleh seni,dan seni yang ilmiah (scientific art) atau penerapan seni yang berdasarkan ilmu.Seni manajemen yang paling produktif selalu berdasarkan pengertian mengenai ilmu manajemen dan ilmu-ilmu lain yang mendasarinya; sebaliknya ilmu manajemen yang paling produktif selalu berdasarkan pengertian dan penerapan tentang seni manajemen.Kombinasi antara seni dan ilmu manajemen tidak menunjukkan suatu proporsi yang tetap,melainkan dalam proporsi yang bervariasi.Artinya,adakalanya seni lebih dominan dari ilmu atau sebaliknya,tergantung pada situasi dan masalah yang dihadapi dalam praktik manajerial.
Kesimpulan :
Karena manajemen merupakan kombinasi dari seni dan ilmu,maka untuk menjadi manajer efektif,harus memiliki seni atau keterampilan manajemen dan ilmu atau pengetahuan tentang manajemen.Umumnya manajer efektif cenderung menggunakan pendekatan ilmiah dalam strategi formulasi,sedangkan dalam strategi implementasi dan evaluasi,bagaimanapun,manajer harus juga menggunakan seni manajemen.Manajemen hanya mungkin dapat dilaksanakan secara benar jika manajer memiliki ilmu sebagai landasan untuk bertindak secara intuitif.Dengan demikian,knowledge (science) without skill (art) is useless,skill (art) without knowledge (science) means stagnation,managing without common sense is often wrong.Jadi,kunci untuk manajemen yang sukses adalah kemampuan memadukan secara bersama-sama antara ilmu atau pengetahuan,seni atau keterampilan,dan pikiran sehat kedalam apa yang disebut kerangka kerja yang dapat dikerjakan (workable frame work).

F.     Pentingnya Manajemen :
(Sukirno, 2006, p. 28) Mengatakan bahwa :
Manajemen diperlukan karena dengan manajemen akan muncul pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang sistematis dan teratur dan akan meningkatkan daya guna dan hasil guna, menghindari pemborosan dan untuk kemajuan atau pertumbuhan perusahaan berdasarkan tujuan yang diharapkan.
(Handoko, 2013, p. 6)Menjelaskan bahwa ada tiga alasan utama pentingnya manajemen dalam organisasi adalah :
1.      Untuk mencapai tujuan.
2.      Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan.
3.      Untuk mencapai efisiensi dan efektifitas

(Siswanto, 2010, p. 12)Manajemen dikatakan penting dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya :
1.      Pekerjaan itu berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
2.      Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna.
3.      Manajemen yang baikm dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki.
4.      Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan.
5.      Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi.
6.      Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi.
7.      Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisasi, komunikasi yang kontruktif,  seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
8.      Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan juga perkembangan agar lebih baik lagi.

(Nurhayati, 2010, p. 33)Pentingnya manajemen dalam suatu organisasi adalah :
1.      Untuk membantu merealisasikan visi dan misi perusahaan yang telah ditentukan
2.      Untuk memperlancar segala jenis kegiatan yang sedang berlangsung
3.      Membagi pekerjaan yang akan dilakukan, menetapkan tugas-tugas, dan tanggung jawab.
4.      Membentuk susunan jabatan da peranan dengan pemberian nama.
5.      Membentuk sistem-sistem kekuasaan dan status formal
6.      Membentuk suatu struktur organisasi untuk melakukan komunikasi-komunikasi internal.

(Fazani, 2013, hal. 38)
Manajemen adalah suatu kegiatan yang digunakan harus mengatur semuanya dengan baik, agar dapat melakukan kegiatan dengan efektif dan efisien. Oleh  karena itu menurut saya manajemen dalam kehidupan sehari-hari sangat penting . karena dengan adanya manajemen kita bisa mengatur semua kegiatan agar dapat dilakukan dengan efesien dan efektif. Tanpa adanya manajemen kegiatan kita dalam kehiidupan sehari-hari akan tidak teratur.
Salah satu contoh pentingnya manajemen dalam kehidupan sehari-hari adalah pentingnya kita memanajemen keuangan kita. Karena dengan kita memanaj keuangan kita dapat mengatur keuangan dalam keseharian kita. Apabila kita tidak memanaj keuangan kita maka yang akan terhadi hanya pemborosan penggunaan uang untuk membeli barang yang tidak penting. Dalam suatu kehidupan sehari-hari memanaj keuangan harus di terapkan agar antara pemasukkan yang didapat dari bekerja dapat mencukupi kehidupan kita dengan memanaj pengeluaran yang keluar sehari-hari. Apabila manajemen keuangan tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan terjadi pengeluaran yang berlebihan dan tak mencukupi kehidupan kita

Kesimpulan :
Manajemen sangatlah diperlukan dalam setiap organisasi formal maupun nonformal. Karena manajemen digunakan demi pencapain tujuan suatu organisasi yang diharapkan dan ditentukan sebelumnya. Setiap organisasi menggunakan manajemen untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan kegiatan yang berlangsung dalam perusahaan.



No comments

Contoh LK 3.1 Best Practice PPG Daljab Kategori 2 tahun 2022

Silahkan klik link dibawah ini untuk download:   Contoh LK 3.1 Best Practice

Powered by Blogger.