MATERI MANAJEMEN LENGKAP
A. Pengertian Manajemen
(Allen, 1962, p.
5) Mengatakan bahwa “manajemen adalah suatu djenis
pekerdjaan chusus jang menghendaki ichtisar mental dan fisik jang
diperlukan untuk memimpin, merentjanakan, menjusun, mengawasi serta meneliti”.
(Ivancevich, 1992, p.
110) Menjelaskan : Management will be defined as the application
of planning, organizing, staffing, directing, and controlling functions in the
most efficient manner possible to accomplish objektives.
“Manajemen dapat di
definisikan sebagai penggunaan perencanaan, pengorganisasian, pengerjaan,
pengarahan, dan fungsi pengendalian dalam cara yang paling efisien untuk
mencapai sasaran”
(Prof. Dr. H. Makmur, 2009,
p. 6) Menerangkan bahwa pandangan menurut Malayu S.P Hasibuan, 1995
tentang “ Manajemen adalah ilmu dan seni untuk mengatur proses pemanfaatan
sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk
mencapai tujuan tertentu”
(Burrow, 1984, p.
470) Said “Management is process of accomplishing the goals of an
organization through the effective use of people and other resources. Other
resources include money, buildings, equipment, and materials. Studies of all
types of managers have shown that their activities can be grouped within four
functions : (1) Planning, (2) Organizing, (3) Leading, (4) Controlling”.
(Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti,
2012, p. 17) mengatakan bahwa menurut Ordway Tead “Management is the
process and agency which direct and guides the operations of an organization in
the realizing of estabilished aims”
“Manajemen adalah proses dan
perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan suatu organisasi dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.
Kesimpulan :
Manajemen adalah suatu proses
atau kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan
menggunakan kegiatan orang lain.
B.
Prinsip-Prinsip Manajemen
(John R. Schermerhorn, 1996,
p. 33) mengatakan bahwa Menurut Frederick W Taylor dalam bukunya The
Principles Of Scientific Management tahun 1911Prinsip-prinsip Manajemen dibagi
ke dalam empat kelompok :
1.
Mengembangkan suatu ‘ilmu’ untuk setiap
pekerjaan, termasuk pedoman dalam bergerak, melakukan standarisasi pekerjaan
serta menerapkannya, dan menciptakan kondisi kerja yang layak.
2.
Memilih karyawan secara cermat sehingga
terdapat kesesuaian antara kemampuan dan pekerjaan.
3.
Melatih karyawan tersebut untuk melaksanakan
pekerjaan dan memberikan insentif kepada mereka sehingga bersedia melakukan
pekerjaan yang telah diilmiahkan tersebut.
4.
Membantu para karyawan tersebut dengan cara
merencanakan pekerjaan mereka serta mengusahakan supaya cara-cara yang telah
ditentukan selalu diterapkan dalam pekerjaan.
(Dr. Wilson Bangun, 2008, p.
18)Menjelaskan bahwa Robert Owen (1771-1858) mengemukakan bahwa prinsip-prinsip
manajemen adalah :
1.
Pengurangan jam kerja karyawan
2.
Menyediakan makanan bagi karyawan di pabrik
3.
Mendirikan toko yang menjual kebutuhan karyawan
dengan harga sesuai
4.
Meningkatkan usia kerja minimum
5.
Menyediakan fasilitas perumahan bagi karyawan
C.
Prinsip – Prinsip Manajemen
(Endang, 2008, p. 20)
1. Pembagian Kerja (Division of Labour)
Pembagian kerja dalam suatu badan sangat diperlukan untuk membedakan
seseorang dalam suatu perusahaan, apakah ia pemimpin, pelaksana, staf dan lain
sebagainya. Baik buruknya pembagian kerja banyak menentukan berhasil guna dan
berdaya guna.
2. Kekuasaan (wewenang) dan Tanggung Jawab (Authority and
Responsibility)
Setiap pejabat/pimpinan dalam suatu badan tertentu harus mempunyai
kekuasaan dan tanggung jawab. Kekuasaan, wewenang (authority) adalah
hak untuk mengambil keputusan sehubungan tugas dan tanggung jawab atas
pekerjaan yang dikerjakannya.
3. Disiplin (Discipline)
Disiplin merupakan sesuatu yang menjadi dasar bagi kekuatan suatu badan
atau perusahaan. Setiap pihak yang terlibat dalam suatu badan harus ada
kedisiplinan untuk melakukan suatu pekerjaan, menaati peraturan yang dibuat
oleh badan tersebut. Pimpinan harus dapat memberi teladan kepada bawahan dengan
jalan memenuhi peraturan dan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
4. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Untuk memperlancar pencapaian tujuan, perlu adanya kesatuan perintah dari
atasan kepada bawahan atau seorang pegawai menerima perintah dari seorang
atasannya.
5. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Dengan prinsip kesatuan arah dimaksudkan seorang kepala dan pegawainya
tidak boleh bertentangan antara satu sama lain dalam mencapai suatu tujuan
secara keseluruhan.
6. Kepentingan Individu Harus Berada di Bawah Kepentingan
Umum ( Subordinate of Individual Interest to General Interest)
Prinsip ini dimaksudkan bahwa kepentingan umum atau perusahaan secara
keseluruhan harus berada di atas kepentingan pribadi.
7. Pembayaran Upah yang Adil (Remuneration of Personal)
Dalam pemberian upah kepada pegawai harus adil atau tidak berat sebelah,
ada dasar-dasar objektif dalam menetapkan upah masing-masing pegawai.
8. Pemusatan (Centralization)
Suatu wewenang dapat dipusatkan dan dapat didelegasikan kepada
pejabat-pejabat tertentu untuk memperlancar jalannya suatu perusahaan.
9. Rantai Skalar atau Scalar Chain (Line of Authority)
Dengan prinsip ini dimaksudkan bahwa garis wewenang dalam suatu organisasi
haruslah jelas.
10.Tata Tertib (Order)
Dalam melakukan suatu usaha harus ada ketertiban baik secara material maupun
orang-orang, sehingga ada aturan yang harus dijalankan.
11.Keadilan (Equity)
Agar setiap bawahan setia kepada atasannya, maka masingmasing atasan harus
mempraktikkan keadilan yakni memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi
haknya.
12.Stabilitas Pegawai (Stability of Tenure of Personal)
Keberadaan pegawai harus dijaga kestabilannya, jangan terlalu sering
pergantian pegawai, baik karena pemindahan atau pemecatan. Ketidakstabilan
pegawai akan menimbulkan pertambahan biaya, baik merekrut, melatih dan juga
untuk pengawasan.
13.Inisiatif (Initiative)
Setiap orang atau pegawai diberi kesempatan untuk mengungkapkan atau
menjalankan inisiatif, baik mengenai cara kerja, prosedur kerja atau
menjalankan rencana baru dalam pekerjaannya.
14.Jiwa Kesatuan (Esprits de Corps)
Pada diri setiap pegawai atau manajer perlu ditanamkan jiwa kesatuan atau
kesetiaan pada kelompok, sehingga dapat bekerja sama pada sejumlah orang untuk
mencapai tujuan bersama.
(Fazani,
2013, hal. 8)
Prinsip-prinsip
manajemen yaitu pembagian kerja,kekuasaan dan tanggung jawab,disiplin,kesatuan
perintah,kesatuan arah,kepentingan individu harus berada di bawah
kepentingan,pembayaran upah yang adil,pemusatan,rantai skalar,tata
tertib,keadilan,stabilitas pegawai,inisiatif,dan jiwa kesatuan.
(Storrs, 1945, hal. 43)
Ke-14 Prinsip-Prinsip Manajemen dari Henri
Fayol (1841-1925) adalah:
1.
Divisi Kerja. Spesialisasi memungkinkan individu untuk membangun pengalaman dan untuk
terus meningkatkan keahliannya. Dengan demikian individu tersebut dapat menjadi
lebih produktif.
2.
Otoritas. Hak untuk mengeluarkan
perintah, namun harus dengan tanggung jawab yang seimbang sesuai fungsinya.
3.
Disiplin. Karyawan harus mematuhi
peraturan atau memiliki disiplin, tetapi ini memiliki dua sisi: karyawan hanya
akan mematuhi perintah jika manajemen memainkan peran mereka dengan memberikan
teladan kepemimpinan yang baik.
4.
Kesatuan Komando. Setiap pekerja harus mempunyai satu bos tanpa ada komando lain yang
bertentangan.
5.
Kesatuan Visi. Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan serupa harus memiliki tujuan
yang sama dalam satu rencana. Hal ini penting untuk menjamin kesatuan dan
koordinasi dalam perusahaan. Kesatuan komando tidak akan ada tanpa persamaan
visi, tetapi hal ini tidak berarti harus sejalan dengan visi itu sendiri.
6.
Subordinasi kepentingan individu (demi
kepentingan umum). Manajemen harus melihat bahwa tujuan dari
perusahaan selalu penting.
7.
Remunerasi. Pembayaran/upah adalah
motivator penting walaupun dengan menganalisis beberapa kemungkinan, Fayol
menunjukkan bahwa tidak ada yang namanya sistem yang sempurna.
8.
Sentralisasi (atau Desentralisasi). Ini adalah masalah yang tergantung pada kondisi bisnis dan kualitas
personel.
9.
Rantai skalar (Garis Otoritas). Sebuah hierarki diperlukan untuk kesatuan arah. Tapi komunikasi lateral
juga merupakan hal mendasar yang diperlukan, selama atasan tahu bahwa
komunikasi tersebut berlangsung. Rantai skalar mengacu pada jumlah tingkatan
dalam hirarki dari otoritas tertinggi hingga tingkat terendah dalam sebuah
organisasi. Garis Otoritas ini sendiri tidak boleh terlalu jauh jaraknya atau
terdiri dari terlalu banyak tingkatan otoritas.
10.
Tatanan. Baik tatanan material dan
tatanan sosial sama-sama diperlukan. Tatanan fisik/material akan meminimalkan
waktu yang hilang dan penanganan bahan yang tidak berguna. Tatanan sosial
dilakukan melalui organisasi dan seleksi.
11.
Ekuitas. Dalam menjalankan bisnis
‘kombinasi dari kebaikan dan keadilan’ mutlak diperlukan. Memperlakukan
karyawan dengan baik adalah penting untuk mencapai ekuitas.
12.
Stabilitas Jenjang Karir Personel. Karyawan akan bekerja lebih baik jika keamanan pekerjaan dan kemajuan
karir merupakan jaminan yang meyakinkan mereka. Jabatan yang tidak aman dan
tingkat tinggi perputaran karyawan akan mempengaruhi organisasi secara
keseluruhan.
13.
Inisiatif. Membiarkan seluruh personel
untuk menunjukkan inisiatif mereka dalam berbagai cara adalah sumber kekuatan
bagi organisasi. Meskipun mungkin juga melibatkan pengorbanan ‘kesombongan
pribadi’ pada bagian dari banyak diri manajer.
14.
Esprit de Corps. Manajemen harus menumbuhkan semangat karyawannya. Dia lebih lanjut
menyatakan bahwa: “bakat diperlukan untuk mengkoordinasikan usaha, mendorong
ketajaman, mendayagunakan kemampuan masing-masing orang, dan imbalan jasa
masing-masing yang mungkin tanpa menimbulkan kecemburuan dan mengganggu
hubungan harmonis.”
Kesimpulan :
Prinsip-prinsip manajemen
merupakan suatu pedoman yang digunakan dalam ilmu manajemen sebagai pengendali
supaya pelaksaannya teratur secara sistematis dan tidak merambah ke aspek yang
lainnya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan
D. Fungsi-Fungsi Manajemen
(Prof. Dr. Husaini Usman,
2009, p. 30)Mengemukakan bahwa Gullick 7 Urwick (1937) menerangkan
fungsi-fungsi manajemen adalah :
1.
Planning
2.
Organizing
3.
Staffing
4.
Directing
5.
Coordinating
6.
Reporting
7.
Budgeting
Dengan akronim POSDCoRB.
(Dr. Wilson Bangun, 2008, p.
21)
Menjelaskan bahwa menurut
Henry Fayol dalam bukunya “Administration Industrielle et General” bahwa
fungsi-fungsi manajemen :
1.
Perencanaan (Planning)
2.
Pengorganisasian (Organizing)
3.
Pemberian Perintah (Commanding)
4.
Pengkoordinasian (Coordinating)
5.
Pengawasan (Controlling)
(Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti,
2012, p. 53)
Menjelsakan bahwa fungsi
manajemen terbagi kedalam dua point penting, yaitu :
1.
Fungsi organik
Fungsi mutlak yang harus dilakukan seperti:
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan (George R Terry),
sedangkan ketidakmampuan melaksanakan salah satu fungsi akan mengakibatkan
kegagalan, kelambatan dan matinya organisasi.
2.
Fungsi Pelengkap
Fungsi yang tidak mutlak dilakukan tetapi
sebagai memberikan dukungan, memperlancar sehingga semakin efektif, efisien dan
ekonomis misal: komunikasi, penyediaan kantor, motivasi kepribadian, seminar
dan sebagainya.
(Handayaningrat, 1995, p. 20)
Menjelaskan bahwa
fungsi-fungsi manajemen adalah :
1.
Perencanaan
2.
Pengorganisasian
3.
Penggerakkan
4.
Pengawasan
5.
Penilaian secara efektif dan efisien
(Dr. S.P Siaglan, 1893, p. 9)
Menerangkan bahwa
fungsi-fungsi manajemen adalah yang disingkat POASCO :
1.
Perencanaan (Planning)
2.
Pengorganisasian (Organizing)
3.
Pengumpulan sumber (Assembling
resources)
4.
Pengendalian kerja (Suvervising)
5.
Pengawasan (Controlling)
6.
Kesimpulan :
Fungsi-fungsi manajemen
adalah fungsi atau peranan manajemen yang digunakan dalam suatu organisasi atau
kegiatan yang berbentuk lembaga. Fungsi-fungsi nya sebagai berikut :
1.
Perencanaan (Planning)
2.
Pengorganisasian (Organizing)
3.
Pengarahan (Actuating)
4.
Pengawasan (Controlling)
E.
Ilmu dan Seni Manajemen
(Sukirno, 2006, p. 7)
Ilmu (Science) adalah
sekumpulan pengetahuan yang telah di sistematiskan, dikumpulkan, dan diterima
menurut pengertian kebenaran umum mengenai keadaan suatu subjek dan objek
tertentu.
Science management (Manajemen ilmiah) adalah suatu kumpulan
pengetahuan yang disitematiskan, dikumpulkan, dan diterima menurut pengertian
kebenaran universal mengenai manajemen.
Seni (art) adalah
suatu kreativitas pribadi yang kuat dan disertai keterampilan.
Seni manajemen meliputi
kecakapan untuk melihat totalitas dari bagian-bagian yang terpisah dan
berbeda-beda, kecakapan untuk menciptakan sesuatu gambaran tentang visi
tertentu, kecakapan untuk menyatukan visi tersebut dengan skills atau kecakapan
yang efektif.
|
Perbedaan Scince dan art
|
|
|
Berkembang secara teoritis
Membuktikan
Meramalkan
Memberikan definisi
Memberikan kepastian/ ukuran
|
Berkembang secara praktis
Merasa
Menerka
Menguraikan
Memberikan pendapat
|
(Nurhayati, 2010, p.
25) mengatakan bahwa : Manajemen merupakan ilmu pengetahuan maupun seni.
Ada suatu pertumbuhan yang teratur mengenai manajemen (suatu ilmu pengetahuan)
yang menjelaskan manajemen dengan pengacuan kepada kebenaran-kebenaran umum.
Seni adalah pengetahuan
bagaimana mencapai hasil yang diinginkan. Ia dalah kecakapan yang diperoleh
dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan
pengetahuan manajemen.
Seni manajemen menghendaki
kreativitas, atas dasar dan dengan syarat suatu pengertian mengenai ilmu
manajemen. Maka karena itu, ilmu pengetahuan dan seni manajemen merupakan
komplemennya masing-masing, kalau yang satu meningkat, demikian pulalah
harusnya yang lain, perlu ada suat keseimbangan antara keduanya.
|
MANAJEMEN
|
|
|
SENI
|
ILMU
|
|
-Daya cipta yang timbul dari dalam
seseorang unutk mewujudkan sesuatu
-Kemahiran yang diperoleh dari praktik
atau pengalaman
|
-Adanya
objek pengenal
-Disusun
secara sistematis
-Menggunakan
metode keilmuan
-Bebas
dari prasangka
-Dapat
dipelajari dan diajarkan
|
|
Dasar
|
Dasar
|
|
-Perasaan
-Terkaan
-Diuraikan
-Opini
(pendapat)
|
-Pembuktian
-Diramalkan
-Dirumuskan
-Diukur
-dibandingkan
|
|
Pengembangan
|
Pengembangan
|
|
-Latihan
|
-Pengetahuan
|
(Handoko, 2013, p. 11)
Hubungan antara teori dan praktek manajemen dapat dijelaskan bahwa praktek
manajemen seharusnya selalu didasarkan atas prinsip-prinsip teori. Hubungan
tersebut adalah :
Praktek à menimbulkan suatu teori à menghasilkan
prinsip-prinsip à yang akan menjadi kaidah-kaidah à dasar
pengembangan kegiatan manajemen dalam praktik.
Manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni, tetapi kombinasi dari
kedunya. Manajemen merupakan ilmu yang berkembang dan menggunakan pendekatan
seni untuk mengaplikasikan ilmu manajemen tersebut.
(Handayaningrat, 1995, p. 24)
Ilmu mengajarkan kita tentang sesuatu, sedangkan seni mengajarkan kita
bagaimana sesuatu hal dilakukan.
Jadi kaitan ilmu dan seni manajemen adalah ketika pengaplikasian ilmu
manajemen menggunakan seni sebagai kecakapan kita menjalankan ilmu tersebut.
(Siswanto,
2010, p. 32) Seni adalah pengetahuan cara mengerjakan untuk mencapai suatu
hasil yang konkrit dan diinginkan.Seni adalah keterampilan yang dikuasai dengan
latihan sesuai sifat-sifat kepribadian orang bersangkutan; bakat pribadi (persoal
aptitude) atau keterampilan (skill).Cara meningkatkan seni manajemen
sama dengan cara meningkatkan seni yang lain yaitu melalui pelatihan dan
pengalaman dan akan lebih baik lagi jika memiliki bakat karena pembawaan
kodrati.Manajer harus memiliki seni bermanajemen (the art of managing)
yang tidak lain merupakan bakat pribadi atau keterampilan untuk mengerjakan
tugas.
Dengan
berkembangnya manajemen sebagai ilmu melalui pengembangan berbagai teori dan
teknologi manajemen bukan berarti mengurangi bahkan menghilangkan seni
manajemen (art of management). Manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai
seni bukannya saling bertentangan,melainkan saling melengkapi.Oleh karena itu
semakin berkembang manajemen sebagai ilmu,seharusnya seni manajemen juga
demikian.Keduanya mesti ditingkatkan bersama-sama sehingga pengembangan
kemampuan bermanajemen didasarkan pada ilmu yang artistik (artistic science)
atau penerapan ilmu yang dilandasi oleh seni,dan seni yang ilmiah (scientific
art) atau penerapan seni yang berdasarkan ilmu.Seni manajemen yang paling
produktif selalu berdasarkan pengertian mengenai ilmu manajemen dan ilmu-ilmu
lain yang mendasarinya; sebaliknya ilmu manajemen yang paling produktif selalu
berdasarkan pengertian dan penerapan tentang seni manajemen.Kombinasi antara
seni dan ilmu manajemen tidak menunjukkan suatu proporsi yang tetap,melainkan
dalam proporsi yang bervariasi.Artinya,adakalanya seni lebih dominan dari ilmu
atau sebaliknya,tergantung pada situasi dan masalah yang dihadapi dalam praktik
manajerial.
Kesimpulan :
Karena manajemen merupakan kombinasi dari seni dan
ilmu,maka untuk menjadi manajer efektif,harus memiliki seni atau keterampilan
manajemen dan ilmu atau pengetahuan tentang manajemen.Umumnya manajer efektif
cenderung menggunakan pendekatan ilmiah dalam strategi formulasi,sedangkan
dalam strategi implementasi dan evaluasi,bagaimanapun,manajer harus juga
menggunakan seni manajemen.Manajemen hanya mungkin dapat dilaksanakan secara
benar jika manajer memiliki ilmu sebagai landasan untuk bertindak secara
intuitif.Dengan demikian,knowledge (science) without skill (art) is
useless,skill (art) without knowledge (science) means stagnation,managing
without common sense is often wrong.Jadi,kunci untuk manajemen yang sukses
adalah kemampuan memadukan secara bersama-sama antara ilmu atau pengetahuan,seni
atau keterampilan,dan pikiran sehat kedalam apa yang disebut kerangka kerja
yang dapat dikerjakan (workable frame work).
F.
Pentingnya Manajemen :
(Sukirno, 2006, p. 28) Mengatakan
bahwa :
Manajemen diperlukan karena dengan manajemen akan muncul pembagian kerja,
tugas, dan tanggung jawab yang sistematis dan teratur dan akan meningkatkan
daya guna dan hasil guna, menghindari pemborosan dan untuk kemajuan atau
pertumbuhan perusahaan berdasarkan tujuan yang diharapkan.
(Handoko, 2013, p.
6)Menjelaskan bahwa ada tiga alasan utama pentingnya manajemen dalam organisasi
adalah :
1.
Untuk mencapai tujuan.
2.
Untuk menjaga keseimbangan diantara
tujuan-tujuan yang saling bertentangan.
3.
Untuk mencapai efisiensi dan efektifitas
(Siswanto, 2010, p.
12)Manajemen dikatakan penting dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada
dasarnya :
1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri sehingga diperlukan
adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna.
3. Manajemen yang baikm dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang
dimiliki.
4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan.
5. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan
organisasi.
6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan
organisasi.
7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisasi,
komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan
menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan juga perkembangan
agar lebih baik lagi.
(Nurhayati, 2010, p. 33)Pentingnya
manajemen dalam suatu organisasi adalah :
1.
Untuk membantu merealisasikan visi dan misi
perusahaan yang telah ditentukan
2.
Untuk memperlancar segala jenis kegiatan yang
sedang berlangsung
3.
Membagi pekerjaan yang akan dilakukan,
menetapkan tugas-tugas, dan tanggung jawab.
4.
Membentuk susunan jabatan da peranan dengan
pemberian nama.
5.
Membentuk sistem-sistem kekuasaan dan status
formal
6.
Membentuk suatu struktur organisasi untuk
melakukan komunikasi-komunikasi internal.
(Fazani, 2013, hal. 38)
Manajemen adalah suatu kegiatan yang digunakan harus mengatur semuanya
dengan baik, agar dapat melakukan kegiatan dengan efektif dan efisien. Oleh
karena itu menurut saya manajemen dalam kehidupan sehari-hari sangat penting .
karena dengan adanya manajemen kita bisa mengatur semua kegiatan agar dapat
dilakukan dengan efesien dan efektif. Tanpa adanya manajemen kegiatan kita
dalam kehiidupan sehari-hari akan tidak teratur.
Salah satu contoh pentingnya manajemen dalam kehidupan sehari-hari adalah
pentingnya kita memanajemen keuangan kita. Karena dengan kita memanaj keuangan
kita dapat mengatur keuangan dalam keseharian kita. Apabila kita tidak memanaj
keuangan kita maka yang akan terhadi hanya pemborosan penggunaan uang untuk
membeli barang yang tidak penting. Dalam suatu kehidupan sehari-hari memanaj
keuangan harus di terapkan agar antara pemasukkan yang didapat dari bekerja
dapat mencukupi kehidupan kita dengan memanaj pengeluaran yang keluar
sehari-hari. Apabila manajemen keuangan tidak diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari akan terjadi pengeluaran yang berlebihan dan tak mencukupi
kehidupan kita
Kesimpulan :
Manajemen sangatlah
diperlukan dalam setiap organisasi formal maupun nonformal. Karena manajemen
digunakan demi pencapain tujuan suatu organisasi yang diharapkan dan ditentukan
sebelumnya. Setiap organisasi menggunakan manajemen untuk mengatur segala hal
yang berkaitan dengan kegiatan yang berlangsung dalam perusahaan.
Post a Comment