Header Ads

Tugas Mata Kuliah Perilaku Organisasi “Pertanyaan untuk Berpikir Kritis” (Buku Stephen P. Robbins & Timothy A. Judge)



Tugas BAB I Halaman 48 “Pertanyaan untuk Berpikir Kritis”
1.      Bedakan penelitian yang membandingkan antara manajer yang efektif dengan manajer yang berhasil. Apakah implikasi dari penelitian tersebut untuk manajer di lapangan?
Jawaban :
Perbedaan antara manajer yang efektif dengan manajer yang berhasil adalah jika manajer yang efektif (dilihat menurut kuantitas dan kualitas kinerja mereka serta kepuasan dan komitmen karyawan mereka) dimana manajer yang efektif lebih menekankan pada komunikasi, maksudnya komunikasi merupakan faktor terpenting dalam hubungan antara manajer dengan bawahannya, jika kita lihat arti “efektif” menurut KBBI adalah ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); dapat membawa hasil; berhasil guna (tt usaha, tindakan) jadi memang benar manajer efektif itu harus mempunyai efek terhadap bawahannya harus bisa membawa hasil, dimana hasil disini dengan komunikasi yang baik di dalam perusahaan terhadap semua sumber daya manusia yang ada di dalamnya.  Sedangkan manajer yang berhasil lebih menekankan pada pembangunan jaringan, maksudnya pembangunan jaringan disini untuk memperoleh kemajuan dalam organisasi, maksudnya disini melihat “kepuasan pelanggan” maupun sumber daya manusia yang terdapat diperusahaan tersebut sehingga tidak putus jaringan yang telah terjalin sebelumnya.
Implikasinya adalah banyak manajer yang sukses dan berhasil tetapi tidak efektif, maksudnya hubungan dengan sumber daya manusia yang lain yang ada diperusahaan tidak baik. Jadi hanya mementingkan laba tanpa memperhatikan yang menghasilkan laba tersebut, sehingga secara bertahap keberhasilan itu akan hilang dikarenakan kurangnya perhatian terhadap SDM yang bekerja diperusahaan tersebut. Contohnya sebuah penelitian mengungkap bahwa manajer Australia membangun jaringan secara aktif menerima lebih banyak promosi dan memperoleh penghargaan-penghargaan lain terkait keberhasilan karier. Hubungan antara komunikasi dan manajer yang efektif juga jelas.

2.      Mengapa Anda menganggap PO mungkin dikritik sebagai “bidang yang tidak begitu penting”, dan jarang mendengar kritikan serupa dalam mata pelajaran fisika atau statistika?
Jawaban :
Sederhananya PO merupakan bidang yang mengkaji manusia yang sifatya berubah-ubah, secara tidak langsung banyak pendapat yang mengatakan bahwa “bidang yang tidak begitu penting” karena PO ini telah terbentuk sebelumnya yang tanpa kita sadari, kita tmerima sebagai fakta. Sedangkan fisika atau statistika itu bidang yang dikaji dari alam yaitu sudah terbukti da tidak akan merubah apa yang telah dibuat kecuali alamya berubah (itupun tidak akan secepat “manusia” dalam perubahannya). Maka dari itu sangat jarang mendengar kritikan serupa terhadap mata pelajaran fisika atau statistika. Mungkin secara jelasnya soal no. 2 akan terjawab di soal no. 4, dikarenakan berkaitan satu sama lain.

3.      Jutaan pekerja telah kehilangan pekerjaan mereka akibat pengurangan tenaga kerja. Pada saat yang sama, banyak organisasi mengeluh bahwa mereka tidak bisa mencari individu yang memenuhi persyaratan untuk mengisi lowongan. Bagaimana Anda menjelaskan kontradiksi nyata ini?
Jawaban :
Menurut Saya sebaiknya organisasi atau perusahaan sebelum melakukan perekrutan diadakan terlebih dahulu pelatihan secara matang kepada calon pekerja. Sehingga para calon pekerja ini dapat memenuhi persyaratan untuk mengisi lowongan, sekaligus mengurangi tingkat pengangguran atau berkurangnya tenaga kerja.

4.      Pada skala 1 sampai 10 yang mengukur kecanggihan mata pelajaran ilmiah dalam memprediksi fenomena, fisika matematis mungkin mendapatkan angka 10. Menurut Anda, PO akan mendapatkan angka berapa dalam skala tersebut? Mengapa?
Jawaban :
Bagaimana PO dianggap tidak penting jika dibandingkan dengan mata pelajara fisika atau statistika? Jika kita lihat dari sisi keakuratan atau kecanggihan mata pelajaran ilmiah dalam  memprediksi fenomena mugkin PO bisa saja dikritik “bidang yang tidak begitu penting” (Memperjelas jawaban soal no. 2) Karena apa? Karena kita lihat bidang yang dikajinya adalah “manusia” dimana untuk memprediksi perilaku manusia itu sangatlah sulit, sulit disini didukung oleh beberapa faktor misalnya : perasaan, kebahagiaan, motivasi dan lain-lain. Nah di sisi lain kita lihat mata pelajaran fisika, dimana yang dianalisisnya adalah alam, dan alam itu tidak sama dengan manusia contohnya tidak memiliki perasaan atau rasa bahagia, alam tidak akan berubah jika tidak dirubah oleh “perubah” nya itu sendiri.
Jadi, jika Saya memberikan skala dari 1 sampai 10, Fisika memiliki sifat yang konsisten (tidak berubah-ubah), empiris (berdasarkan pengalaman, terutama yg diperoleh dari penemuan, percobaan, pengamatan yg telah dilakukan), maka kecanggihan fisika dalam memprediksi fenomena bisa dikatakan mendapat angka 10. Sedangkan untuk PO dalam memprediksi perilaku manusia yang bisa saja berubah-ubah karena beberapa faktor diatas dan bahkan banyak menimbulkan perbedaan pandangan, maka saya menilainya dengan angka 8.

5.      Menurut Anda, apakah suatu masalah terpenting mengenai “manusia” yang dihadapi oleh manajer pada saat ini? Beri alasan yang spesifik untuk jawaban Anda!
Jawaban :
      Masalah terpentingya adalah mengetahui perbedaan-perbedaan yang dimiliki “manusia”, sesuai faktor yang telah diutarakan dalam soal sebelumnya yaitu manusia memiliki perasaan, kebahagiaan, motivasi dan kebutuhan yang berbeda-beda dan kapanpun bisa berubah-ubah, secara tidak langsung masalah yang lainnya itu sulit mencari tenaga kerja yang memenuhi syarat dan  yang memiliki kualitas sangat baik bagi perusahaan yang ditangani oleh manajer tersebut.


No comments

Contoh LK 3.1 Best Practice PPG Daljab Kategori 2 tahun 2022

Silahkan klik link dibawah ini untuk download:   Contoh LK 3.1 Best Practice

Powered by Blogger.