Header Ads

MENGENAL PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA MANDA ATAU ENGKLEK












A.    Pengertian

Permainan Tradisional Engklek sering disebut juga sebagai permainan tradisional Sunda Manda. Engklek merupakan sebuah permainan tradisional yang sudah banyak dikenal oleh anak-anak di Indonesia.
Telah banyak dimainkan oleh anak-anak pada masa dahulu, bahkan sekarang ini permainan tradisional engklek juga dimainkan oleh anak-anak muda.

B.     Sejarah Sunda Manda (Engklek)

Permainan tradisional engklek yang juga disebut dengan sunda manda ini diyakini mempunyai nama asli ‘Zondag Maandag’ yang merupakan bahasa Belanda. Jadi berdasar sejarahnya memang permainan tradisional engklek ini masuk ke Indonesia melalui Belanda yang pada masa lalu menjajah Indonesia. Diyakini pada masa penjajahan inilah permainan tradisional engklek dibawa masuk ke Indonesia oleh Belanda.
Memang sampai dengan saat ini tidak ada bukti sejarah yang otentik yang dapat menyimpulkan mengenai sejarah permainan tradisional engklek. Namun permainan tradisional engklek ini sudah sangat populer di kalangan anak perempuan di Eropa pada masa perang dunia.
Sedangkan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda banyak dijumpai anak-anak perempuan Belanda bermain permainan tradisional engklek ini. Memang permainan ini lebih banyak dimainkan oleh anak perempuan, walaupun ternyata kemudian anak-anak lelaki pun banyak yang turut bermain permainan tradisional engklek.
Setelah Indonesia merdeka dari penjajahan, permainan tradisional engklek tetap bertahan di Indonesia dan menjadi semakin dikenal oleh anak-anak kecil di Indonesia. Begitupun dalam hal penyebarannya, semakin lama permainan tradisional engklek semakin populer dan menyebar ke seluruh pelosok negeri ini. Hingga akhirnya bisa dibilang tidak ada anak kecil yang tidak tahu permainan tradisional engklek.

C.     Cara Bermain Sunda Manda (Engklek)

Permainan tradisional engklek biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Jarang sekali permainan tradisional engklek dilakukan oleh anak laki-laki ataupun anak remaja. Mungkin karena permainan tradisional ini lebih identik dengan perempuan.
Engklek bisa dimainkan hanya oleh 1 orang anak saja, bisa lebih dari 1 anak, tapi bisa juga dimainkan secara beregu. Biasanya untuk permainan beregu akan dimainkan oleh 2 regu yang masing-masing terdiri dari beberapa anak.
Permainan tradisional engklek adalah sebuah permainan tradisional sederhana yang dilakukan dengan cara melemparkan sebuah pecahan genteng atau batu berbentuk pipih. Satu anak hanya akan memiliki 1 pecahan genting (kreweng) yang disebut ‘Gacuk’.
Permainan dilakukan secara bergantian. Para pemain akan mengundi urutan pemain yang akan bermain. Pemain pertama harus melemparkan pecahan gentingnya ke kotak pertama yang terdekat. Setelah itu dia harus melompat-lompat ke semua kotak secara berurutan hanya degan menggunakan 1 kaki, sedangkan kaki yang lainnya harus diangkat dan tidak boleh turun menyentuh tanah. Kotak yang terdapat gacuk milik pemain tersebut tidak boleh diinjak (harus dilewati). Dan pemain yang sedang bermain dengan meloncat dilarang untuk menyentuh atau menginjak garis pembatas.
Pemain permainan tradisional engklek harus meloncat ke setiap kotak sampai di ujung terjauh yang biasanya berbentuk setengah lingkaran atau kotak yang besar. Dari sana dia harus kembali dengan cara melompat lagi. Saat sampai di kotak yang terdapat gacuk miliknya, dia harus mengambil gacuk itu dengan tangannya, sementara itu sebelah kakinya harus tetap terangkat dan tidak boleh menyentuh tanah. Kemudian dia harus melanjutkan membawa gacuk tersebut sampai keluar kotak pertama.
Pemain permainan tradisional engklek yang sedang bermain harus mengulang permainan ini dengan melempar gacuk dari mulai kotak pertama terus sampai semua kotak, dan akhirnya selesai kembali ke kotak pertama lagi. Namun bagi pemain yang melanggar aturan tidak boleh melanjutkan permainan, dan digantikan oleh pemain berikutnya. Tapi dia boleh melanjutkan permainannnya setelah semua pemain mendapat giliran bermain.
Permainan selesai jika gacuk seorang pemain telah melalui semua kotak sampai kembali lagi ke kotak pertama dengan selamat. Setelah itu pemain tersebut akan berdiri membelakangi lapangan engklek dan melemparkan gacuk-nya ke belakang. Jika beruntung gacuk itu akan berhenti di dalam salah satu yang kosong. Nah kotak itu akan menjadi miliknya atau rumahnya.
Tapi jika lemparan gacuk-nya melesat keluar arena atau menyentuh garis batas, maka pemain itu harus mengulang lemparannya setelah pemain berikutnya melempar. Nah aturan lainnya adalah kotak yang sudah ada pemiliknya tidak boleh diinjak pemain lain ataupun disentuh oleh gacuk pemain lain yang dilempar.

D.    Tempat, Peralatan dan Waktu Bermain

1.      Tempat
Sunda Manda adalah permainan yang relatif mudah dimainkan dan tidak mahal. Untuk memainkannya, hanya dibutuhkan lapangan datar berupa tanah atau tanah bersemen sekitar 2 X 3 meter. Lapangan datar tersebut kemudian diberi garis dengan menggunakan gacuk, atau menggunakan kapur tulis jika tanahnya bersemen, yang bentuknya disesuaikan dengan jenis Sunda Manda yang hendak dimainkan. Ada Sunda Manda pesawat yang bentuknya menyerupai pesawat; Sunda Manda gunung dan Sunda Manda kitiran (kincir angin) yang bentuknya seperti gunung dan kitiran; Sunda Manda saruk yang dimainkan dengan susunan kotak Sunda Manda pesawat dan Sunda Manda segi empat. Disebut Sunda Manda saruk karena gacuknya disaruk (ditendang dengan menggunakan ujung kaki).
Oleh karena tempat yang diperlukan untuk memainkan Sunda Manda tidak terlalu luas, maka permainan ini dapat dimainkan di emperan dan halaman rumah, halaman sekolah, masjid, gereja, atau surau. Dengan kata lain, dimana tersedia tempat untuk membuat lapangan Sunda Manda, di situlah permainan ini dapat dimainkan.
2.      Peralatan
Peralatan yang diperlukan untuk memainkan Sunda Manda adalah sebuah gacuk, yaitu berupa benda pipih berdiameter sekitar 4-5 cm. Gacuk biasanya dibuat dari pecahan genteng atau tegel. Penggunaan gacuk dengan spesifikasi pipih, karena benda pipih akan lebih mudah dikontrol ketika dilemparkan ke dalam kotak Sunda Manda.
3.      Waktu
Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak pada pagi hari ketika hendak masuk kelas, pada saat jam istirahat, atau sore hari sekitar pukul 15-17 waktu setempat. Ketika Sunda Manda dimainkan pada saat anak-anak sedang menunggu waktu masuk kelas atau sedang istirahat, besar kemungkinan seragam mereka menjadi kusut dan kotor akibat keringat yang bercucuran. Oleh karenanya, terkadang guru di sekolah melarang anak-anak bermain.

E.     Lapangan Untuk Permainan Tradisional Engklek

Untuk dapat memainkannya, para pemain harus memainkan engklek di halaman. Permainan ini memang sebuah permainan outdoor atau permainan yang harus dilakukan di luar rumah. Memerlukan sebuah pekarangan kecil untuk dapat memainkan permainan tradisional engklek. Diperlukan sebuah tanah pekarangan yang datar dengan ukuran kurang lebih 3 – 4 m2. Bisa di atas tanah, pelataran ubin, ataupun aspal.
Lapangan atau arena engklek biasanya berupa kotak-kotak atau persegi panjang dengan ukuran sekitar 30 – 60 cm2. Untuk membuat lapangan, anak-anak biasanya menggunakan kapur tulis, pecahan genteng, arang, atau apapun untuk menggambar lapangan engklek.

F.      Manfaat Sunda Manda (Engklek)

Bermain Engklek dapat membantu mengembangkan kecerdasan majemuk anak. Apabila dikaitkan dengan Multiple Intelegensis (kecerdasan majemuk), permainan engkle atau jangka dapat mengembangkan beberapa kecerdasan majemuk, antara lain:
1. Kecerdasan Bodily (Kinestetik Jasmani)
Pada permainan engklek atau jangka banyak terdapat gerakan-gerakan, dengan kata lain dengan melakukan permainan engklek atau jangka, anak-anak telah melakukan olah raga, meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh, serta mengembangkan keterampilan dalam pertumbuhan anak. Hal ini dapat membantu untuk perkembangan kecerdasan Kinestetik anak.

2. Kecerdasan Interpersonal
Ada beberapa  keterampilan sosial yang dapat dipelajari anak ketika anak bermain engklek, yaitu kompetisi, negosiasi, komunikasi dan empati. Hal ini dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak untuk bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar.
3. Kecerdasan Intrapersonal
Pada permainan engklek, anak-anak dituntut untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, mengurangi rasa cemas, dan melatih konsentrasi. Dengan begitu anak dapat mengukur sejauh mana kemampuan dirinya dalam menghadapi masalah. Hal ini bisa meningkatkan kecerdasan Intrapersonal pada anak.

4. Kecerdasan Naturalis
Engklek atau jangka adalah permainan yang biasanya dimainkan di alam terbuka. Hal ini dapat meningkatkan kecerdasan naturalis anak-anak karena dapat mengenal bentuk-bentuk alam disekitarnya, merasakan keadaan alam dan meyakini bahwa adanya pencipta alam yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Itulah beberapa Manfaat Permainan Engklek (Jangka) untuk Kecerdasan Majemuk Anak, sehingga Anda sebagai orang tua dapat mendukung anak untuk melakukan permainan tradisional tersebut.

G.    Filosofi Permainan Tradisional Engklek

Permainan tradisional engklek sebenarnya juga memiliki makna filosofis. Permainan tradisional engklek bisa diartikan sebagai simbol dari usaha manusia untuk membangun tempat tinggalnya atau rumahnya. Selain itu permainan tradisional engklek juga memiliki filosofi sebagai simbol usaha manusia untuk mencapai kekuasaan.
Namun dalam pencapaian usaha itu tentu saja manusia tidak bisa sembarangan dengan menabrak semua tata aturan yang telah ada. Namun selalu tetap berusaha selaras dengan aturan yang telah dibuat. Nah dalam permainan tradisional engklek ini juga ada aturan-aturan baku yang menjadi patokan saat bermain permainan tradisional engklek.

No comments

Contoh LK 3.1 Best Practice PPG Daljab Kategori 2 tahun 2022

Silahkan klik link dibawah ini untuk download:   Contoh LK 3.1 Best Practice

Powered by Blogger.