MAKALAH MENGANALISIS PASAR BISNIS
BAB II
ISI
2.1 Pembelian Organisasi
Pembelian
Organisasi (Organizational Buying)
adalah proses pengambilan keputusan dimana melalui proses ini organisasi formal menetapkan apakah mereka perlu
membeli produk dan jasa dan mengidentifikasi, mengevaluasi serta memilih antara
merek dan pemasok yang ada.
A. Pengertian
Pasar Bisnis dan Pasar Konsumen
Pasar
bisnis adalah semua organisasi yang memperoleh barang dan jasa yang digunakan
dalam memproduksi barang dan jasa lain yang dijual, disewakan, atau dipasok
kepada pihak lain diantaranya pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan,
perusahaan manufaktur, kontruksi, transportasi, komunikasi, sarana umum,
perbankan, keuangan, asuransi, distribusi serta jasa-jasa. Sedangkan pasar
konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang
membeli atau mendapatkan barang dan jasa untuk keperluan konsumsi pribadi.
Pasar Bisnis (business market) merupakan
suatu tempat dimana produsen-produsen melakukan penawaran barang dan jasa
kepada para konsumen dengan strategi-strategi pemasaran yang handal untuk
mempengaruhi konsumen agar dapat memiliki barang dan jasa yang ditawarkan oleh
produsen tersebut. Pasar Bisnis terdiri dari semua organisasi yang mendapatkan
barang dan jasa yang digunakan untuk memproduksi produk atau jasa lain yang
kemudian dijual, disewakan atau dipasok ke organisasi lain. Industri utama yang
termasuk kedalam pasar bisnis adalah pertanian, perhutanan dan perikanan;
pertambangan; manufaktur; konstruksi; transportasi; komunikasi; utilitas
publik; perbankan; keuangan; dan asuransi; distribusi; serta jasa.
Pemasar bisnis mempunyai beberapa
karakteristik yang sangat berlawanan dengan karakteristik pasar konsumen:
a. Pembeli
yang lebih sedikit tetapi lebih besar (nilainya)
Pemasar
bisnis biasanya berhubungan dengan pembeli yang jauh lebih sedikit tetapi jauh
lebih besar dibandingkan pemasar konsumen.
b. Hubungan
pemasok-pelanggan yang erat
Karena jumlah pelanggannya lebih sedikit dan tingkat
kepentingan serta kekuatan pelanggannya lebih besar, para pemasok sering
diharapkan dapat menyesuaikan tawaran mereka dengan kebutuhan masing – masing
pelanggan bisnis. Kadang – kadang pembeli menuntut penjual supaya mengubah
praktik dan kinerja mereka. Dalam tahun – tahun terakhir, hubungan antara
pelanggan dan pemasok telah berubah dari benar – benar bermusuhan menjadi erat
dan akrab.
c. Pembelian
profesional
Barang bisnis dibeli oleh agen ( petugas ) pembelian yang
terlatih, yang harus mengikuti kebijakan, batasan, dan persyaratan pembelian
organisasi. Banyak instrumen pembelian – contohnya: permintaan harga atas
produk yang akan dipesan, proposal pembelian, dan kontrak pembelian –
tidak ditemukan dalam pembelian konsumen.
d. Pengaruh
pembelian berganda
Umumnya,
keputusan pembelian pasar bisnis dipengaruhi lebih banyak orang. Komite pembelian terdiri dari ahli-ahli teknik
dan bahkan manajemen senior yang menjadi pihak yang sering melakukan pembelian
barang-barang utama.
e. Panggilan
berjualan berganda
Suatu studi yang dilakukan McGraw-Hill menemukan
bahwa diperlukan empat sampai empat setengah panggilan untuk menutup rata-rata
penjualan industri. Dalam kasus penjualan peralatan modal untuk proyek besar,
perusahaan dapat melakukan berbagai usaha untuk mendanai sebuah proyek dan
siklus penjualan.
f. Permintaan
turunan
Permintaan atas barang bisnis benar – benar berasal dari
permintaan atas barang konsumsi. Karena alasan itu, para pemasar bisnis harus
secara dekat memantau pola pembelian konsumen akhir. Contoh: laporan majalah
Purchasing menunjukkan bahwa perusahaan otomotif yang termasuk dalam kelompok
Tiga Besar di Detroit mendorong ledakan permintaan atas produk baja batangan.
Banyak dari permintaan tersebut merupakan turunan dari kecintaan konsumen yang
terus berlanjut atas minivan dan truk ringan lainnya, yang mengkonsumsi baja
jauh lebih banyak daripada jenis mobil lainnya.
g. Permintaan
inelastic
Permintaan total atas berbagai barang dan jasa bersifat tidak
elastis yaitu: tidak begitu dipengaruhi oleh perubahan harga.
Perusahaan–perusahaan pembuat sepatu tidak akan membeli lebih banyak kulit jika
harga kulit turun. Mereka juga tidak akan membeli lebih sedikit kulit jika harga
kulit meningkat, kecuali jika mereka dapat menemukan bahan pengganti kulit yang
memadai. Permintaan bersifat sangat tidak elastis dalam jangka pendek karena
para produsen tidak dapat mengubah secara cepat metode produksi mereka.
Permintaan juga sangat tidak elastis atas barang bisnis yang merupakan
presentase kecil dari biaya total barang, seperti tali sepatu.
h. Permintaan
yang berfluktuasi
Permintaan atas barang dan jasa bisnis cenderung lebih mudah
berubah–ubah dibandingkan dengan permintaan atas barang dan jasa konsumsi.
Presentase tertentu peningkatan permintaan konsumen dapat menyebabkan
presentase peningkatan permintaan yang jauh lebih besar atas pabrik dan
peralatan yang diperlukan untuk memproduksi output tambahan. Ekonom menyebut
dampak itu sebagai dampak percepatan. Kadang–kadang peningkatan 10%
permintaan konsumen dapat menyebabkan kenaikan 200%
permintaan bisnis akan produksi bersangkutan pada periode berikutnya: 10%
penurunan permintaan konsumen dapat menyebabkan kehancuran total permintaan bisnis.
i.
Pembeli yang terkonsentrasi secara
geografis
Lebih
dari setengan pembeli bisnis di AS terkonsentrasi di tujuh Negara bagian: New
York, California, Pennsylvania, Illinois, Ohio, New Jersey dan Michigan.
Konsentrasi produsen secara geografis membantu mengurangi biaya penjualan.
j.
Pembelian langsung
Pembeli
bisnis sering membeli langsung barang dari produsen tanpa perantara, terutama
untuk barang yang rumit secara teknis atau mahal seperti pesawat terbang.
B. Situasi
Pembelian Pasar Bisnis
Pembeli bisnis mengahadapi banyak
keputusan dalam melakukan pembelian. Jumlah keputusan tersebut bergantung pada
situasi pembelian. Ada tiga jenis situasi pembelian menurut Patric Robinson,
diantaranya:
a. Pembelian Kembali/Ulang Langsung
Situasi
pembelian di mana departemen pembelian yang membeli/memesan ulang secara rutin
dan memilih pemasok dari daftar yang telah disetujui. Contohnya perlengkapan
kantor, bahan kimia dalam jumlah banyak.
b. Pembelian Kembali/Ulang Modifikasi
Situasi
pembelian di mana pembeli ingin memodifikasi spesifikasi produk, harga,
kebutuhan pengiriman, atau syarat lain. Biasanya melibatkan peserta tambahan
dari kedua belah pihak.
c. Tugas Baru
Situasi
pembelian di mana pembeli membeli produk barang atau jasa untuk pertama
kalinya. Contohnya, gedung
kantor, sistem keamanan baru. Semakin besar biaya risiko, semakin besar jumlah
peserta pengambil keputusan dan semakin besar pula pengumpulan informasi mereka
dan karena itu semakin lama waktu yang digunakan untuk penyelesaian keputusan.
C. Pembelian
dan Penjualan Sistem
Pembelian
dan penjualan sistem berkaitan dengan strategi pembeli dapat memenangkan
kontrak (penetapan sistem kontrak). Pembeli akan meminta penawaran dari
penjual. Penjual akan bertanggung jawab untuk meminta pengajuan penawaran
(proposal). Penjualan sistem merupakan strategi pemasaran industri kunci dalam
mengajukan penawaran untuk membangun proyek industry skala besar, seperti
bendungan, pabrik baja, sistem irigasi, sistem sanitasi, pemipaan, utilitas,
bahkan kota baru. Perusahaan enjinering proyek harus bersaing dalam harga,
kualitas, kehandalan, atribut lain untuk memenangkan kontrak. Dengan penjualan
sistem, penjual menghadirkan sederet spesifikasi dan syarat proyek pada
pemasok. Namun, pemasok tidak semata-mata hanya mengikuti permintaan pelanggan.
Tetapi, mereka dapat melangkah lebih dari spesifikasi-spesifikasi tersebut dan
menawarkan nilai tambahan dengan berbagai cara.
2.2 Peserta Proses Pembelian Bisnis
A. Pusat
Pembelian
Webster dan Wind
menyebut unit pengambilan keputusan
dari organisasi pembelian sebagai pusat pembelian. Pusat pembelian terdiri dari
semua individu dan kelompok yang berpartisipasi dalam proses pengambilan
keputusan pembelian, yang memiliki beberapa tujuan yang sama berikut risiko
yang timbul dari keputusan tersebut. Pusat pembelian meliputi semua anggota organisasi yang memiliki
peran masing-masing dalam proses keputusan pembelian.
Terdapat tujuan peran dalam proses
keputusan pembelian, diantaranya sebagai berikut:
1. Pencetus
(initiator)
Pencetus merupakan pengguna atau
orang lain dalam organisasi yang meminta pembelian sesuatu.
2. Pengguna
(user)
Pengguna adalah mereka yang akan
mengunakan produk atau jasa. Dalam banyak kasus, pengguna mencetuskan proposal
pembelian dan membantu mendefinisikan persyaratan produk.
3. Pihak
yang mempengaruhi (influencer)
Pihak ini merupakan orang yang
mempengaruhi keputusan pembelian, sering enggan membantu mendefinisikan spesifikasi
dan menyediakan informasi untuk mengevaluasi alternative-alternatif. Personil teknis adalah influencer yang sangat penting.
4. Pengambil
keputusan (decier)
Decider
merupakan orang yang memutuskan persyaratan produk atau pemasok.
5. Pemberi
persetujuan (approver)
Approver
adalah orang yang mengotorisasikan tindakan yang direncanakan oleh pengambil
keputusan atau pembeli.
6. Pembeli
(buyer)
Pembeli merupakan oarng yang
mempunyai otoritas resmi untuk memilih pemasok dan mengatur syarat pembelian. Pembeli dapat membantu menyusun
spesifikasi produk, tetapi mereka memainkan peran utama dalam memilih vendor
dan bernegosiasi. Dalam
pembelian yang lebih rumit, pembeli dapat melibatkan manajer tingkat tinggi.
7. Penjaga
gerbang (gatekeeper)
Penjaga gerbang maksdunya adalah
orang yang mempunyai kekuatan untuk mencegah penjual atau informasi agar tidak
menjangkau anggota pusat pembelian. Misalnya,
agen pembelian, resepsionis, dan operator telepon dapat mencegah wiraniaga agar
tidak menghubungi pengguna atau pengambil keputusan.
Beberapa anggota
organisasi dapat menjalankan hanya satu peran tertentu saja dalam proses
keputusan pembelian, seperti pengguna atau influencer,
dan satu anggota organisasi dapat menjalankan beberapa peran. Misalnya, manajer
pembelian sering menjalankan peran sabagai pembeli, influencer dan penjaga gerbang sekaligus.
Pusat pembelian
umumnya mempunyai minimum lima atau enam anggota dan seringkali mempunyai
lusinan anggota. Beberapa anggota mungkin berada di luar organisasi, seperti
pejabat pemerintah, konsultan, penasihat teknis, dan anggota saluran pemasaran
lain.
a. Pengaruh
Pusat Pembelian
Pusat pembelian biasanya meliputi
beberapa peserta yang memiliki minat, otoritas, status, dan persuasivitas yang
berbeda dan terkadang kriteria keputusan yang sangat berbeda. Pembeli bisnis
juga memiliki motivasi, persepsi, dan preferensi pribadi yang dipengaruhi oleh
usia, penghasilan, pendidikan,
posisi pekerjaan, kepribadian,
sikap terhadap
risiko, dan budaya.
Pembeli memiliki gaya membeli yang berbeda-beda. Terdapat pembeli yang sederhana,
pembeli yang ahli di bidangnya, pembeli yang menginginkan yang terbaik, dan
pembeli yang ingin segala sesuatunya beres. Beberapa
pembeli yang berusia lebih muda dan perpendidikan tinggi merupakan ahli komputer
yang melakukan analisis mendalam terhadap proposal kompetitif sebelum memilih pemasok. Pembeli lain adalah
“jagoan” gaya lama
yang membuat sesama
penjual saling bersaing, kekuatan pembeli seperti itu sangat legendaris.
Webster memperingatkan bahwa yang
membuat keputusan pembelian bukan organisasi melainkan individu. Individu termotivasi oleh kebutuhan dan
persepsi mereka sendiri dalam usahanya memaksimalkan penghargaan yang
ditawarkan oleh organisasi. Kebutuhan pribadi memotivasi perilaku individu,
tetapi kebutuhan organisasi melegitimasi proses keputusan pembelian dan hasilnya. Orang tidak membeli
“produk”. Mereka membeli solusi bagi dua masalah, yakni masalah ekonomi dan
strategis organisasi, serta kebutuhan pribadi mereka sendiri akan pencapaian
dan penghargaan pribadi. Artinya, keputusan pembelian industri bersifat “rasional dan “emosional”,
karena mereka melayani kebutuhan organisasi dan individual.
Misalnya, riset yang dilakukan oleh sebuah
pabrikan komponen industri
menemukan bahwa meskipun eksekutif puncak di perusahaan si skala kecil dan
menengah menyatakan bahwa secara umum mereka merasa nyaman membeli dari perusahaan lain, mereka tampaknya memiliki rasa ketidakamanan
bawah sadar tentang membeli produk pabrikan.Teknologi yang sering berubah
membuat mereka khawatir dengan pengaruh internal di dalam perusahaan. Menyadari kekhawatiran ini, pabrikan
menata ulang pendekatan penjualannya dan lebih menekankan pada faktor emosional dan bagaimana lini
produknya benar-benar memungkinkan karyawan pelanggan meningkatkan kinerja
mereka, membebaskan manajemen dari koplikasi dan stress ketika menggunakan
komponen. Menyadari
antarpribadi yang unik ini, semakin banyak perusahaan industri yang lebih
menekankan pada upaya untuk memperkuat merek korporat mereka.
b. Penentuan
Target Pusat Pembelian
Dalam menentukan
target pusat pembelian, pemasar bisnis harus mengetahui peserta utama dalam
pengambilan keputusan, keputusan yang mereka pengaruhi, sejauh mana pengaruh
tersebut, dan kriteria
seperti apa yang mereka gunakan. Pemasar bisnis tidak selalu mengetahui secara
persis jenis dinamika kelompok yang terjadi sepanjang proses pengambilan
keputusan, meskipun informasi apapun yang dapat diperoleh tentang faktor kepribadian akan bermanfaat.
Penjual kecil
berkonsentrasi untuk menjangkau influencer
kunci. Penjual besar
melakukan penjualan multilevel yang mendalam untuk menjangkau peserta sebanyak
mungkin.Wiraniaga mereka seakan “hidup bersama” dengan pelanggan volume tinggi. Perusahaan harus sangat mengandalkan
program komunikasi perusahaan mereka untuk menjangkau pengaruh pembelian yang
tersembunyi setra terus memberikan informasi kepada pelanggan yang sudah ada.
2.3 Proses Pembelian/Pengadaan (Procurement)
Intensif pembeli bisnis
untuk membeli akan merupakan fungsi dari perbedaan antara manfaat anggapan dan
biaya anggapan. Tugas pemasar adalah membuat penawaran yang menguntungkan yang
menghantarkan nilai pelanggan yang unggul kepada pembeli sasaran. Keragaman pemasok adalah satu keuntungan
yang mungkin tidak ada harganya tetapi ini sering kali terlewat oleh pembeli
bisnis. Seperti yang dilihat berbagai CEO
berbagai perusahaan terbesar dunia, basis pemasok yang beragam merupakan
keharusan bisnis. Pemasok
minoritas merupakan segmen dengan pertumbuhan paling pesat dan lansekap bisnis saat ini.
a. Persepsi
Departemen Pembelian
Banyak
perusahaan meningkatkan mutu departemen pembelian mereka dan menaikkan derajat
dari administrator ke tingkat wakil presiden, hal ini disebabkan oleh semakin
kerasnya persaingan saat ini. Departemen
pembelian baru yang lebih berorientasi strategis ini mempunyai misi mencari
nilai terbaik dari pemasok yang lebih sedikit dan lebih baik. Beberapa perusahaan multinasional bahkan menaikkan status
departemen pembelian
menjadi departemen pasokan
strategis dengan tanggung jawab pencarian dan kemitraan global.
b. Organisasi dan Administrasi Pembelian
Sebagian profesional pembelian
menggambarkan pekerjaan mereka sebagai lebih strategis, lebih teknis,
berorientasi tim, dan lebih melibatkan tnaggung jawab dari pada sebelumnya. 60%
pembeli yang di survei
mengatakan kelompok pembeli lebih terlibat banyak dalam desain dan pengembangan
produk baru dibandingkan lima tahun yang lalu, dan lebih dari setengah pembeli
tersebut berpartisipasi dalam tim lintas fungsional, dengan pemasok yang terwakili dengan baik.
Beberapa peusahaan
mulia melakukan pemusatan pembelian. Kantor
pusat mengindentifikasi bahan yang dibeli oleh beberapa dan membeli semuanya
secara terpusat, mendapatkan lebih banyak pembelian yang baik. Bagi pemasar bisnis, perkembangan ini
berarti berurusan dengan pembeli yang lebih sedikit tetapi tingkatnya lebih
tinggi dan menggunakan kelompok akun nasional untuk berurusan dengan pembeli korporat besar. Pada saat yang sama,
perusahaan mulai mendesentralisasikan beberapa operasi pembelian dengan memberdayakan
karyawan untuk membeli barang-barang
kecil.
2.4 Tahap-tahap dalam Proses Pembelian
Menurut Robinson dan rekan mengidentifikasi delapan tahap
dan menyebutnya Fase Pembelian (Buyphase)
(Kotler, 2008, hal. 211).
A.
Pengenalan
Masalah
Proses pembelian dimulai ketika seseorang di dalam
perusahaan menyadari adanya masalah atau kebutuhan yang dapat diatasi dengan
cara memperoleh barang atau jasa. Proses ini dapat dipicu oleh stimulus
internal dan eksternal. Stimulus internal bisa berupa keputusan perusahaan
untuk megembangkan produk baru sehingga memerlukan peralatan dan bahan baru,
atau ada mesin yang rusak sehingga dibutuhkan suku cadang baru. Secara
eksternal, pembeli mungkin mendapatkan ide-ide baru di pameran dagang, melihat
iklan, atau menerima telepon dari wiraniaga yang menawarkan produk yang lebih
baik atau harga yang lebih rendah.
B.
Deskripsi
Kebutuhan Umum dan Spesifik Produk
Setelah pengenalan masalah pembeli menentukan
karakteristik umum dari barang yang diperlukan berikut kuantitasnya.
C.
Pencari
Pemasok
Selanjutnya pembeli
harus berusaha mengidentifikasi pemasok yang paling tepat melalui direktori
perdagangan, kontak dengan perusahaan lain, iklan dagang, pameran dagang dan
internet. Internet adalah salah satu pembelian yang sedang marak dilakukan oleh
orang-orang dan mempunyai implikasi yang luas bagi pemasok dan akan mengubah
berntuk pembelian ditahun-tahun mendatang.
Perusahaan yang
membeli lewat Internet menggunakan pasar elektronik dalam beberapa bentuk:
a.
Situs
Katalog, perusahaan dapat memesan ribuan barang melalui katalog elektronik yang
didistribusikan melalui piranti lunak e-procurement,
seperti Grainger’s.
b.
Pasar
Vertikal, perusahaan yang membeli produk industri seperti plastik, baja atau
zat kimia atau jasa seperti logistik atau media dapat mengunjungi situs Web
khusus (disebut e-hub). Misalnya,
Plastic.com memungkinkan pembeli plastik mencari harga terbaik diantara ribuan
penjual plastik.
c.
Situs
Lelang “Pure Play”, adalah pasar online yang memakai internet.
Dalam lelang online biasanya menyediakan untuk pembeli dan penjual suku cadang
industri, bahan mentah, komoditas, jasa.
d.
Pasar
Spot (atau Bursa).
e.
Bursa
Pribadi bertujuan untuk berhubungan dengan kelompok pemasok dan mitra yang
diundang khusus melalui Web.
f.
Pasar
Barter, dalam pasar barter, peserta menawarkan untuk menukar barang atau jasa.
g.
Aliansi
Pembelian, adalah kerja sama atau gabungan antara suatu perusahaan yang membeli
barang yang sama untuk membentuk suatu himpunan bersama atau konsorsium guna
mendapatkan diskon yang lebih besar atas pembelian partai-besar.
Ada beberapa keunggulan seseorang yang menjadi pembeli
bisnis online Kotler (2008 : 212) :
a.
Memangkas
biaya transaksi untuk pembeli dan pemasok.
b.
Mengurangi
waktu antara pemesanan dan pengiriman.
c.
Mengkonsolidasikan
sistem pembelian.
d.
Semakin
memperkuat langsung antara mitra dan pembeli.
Sedangkan kelemahan pembeli bisnis online yaitu :
a.
Pembelian
bisnis online mepercepat terkikisnya loyalitas pemasok-pembeli.
b.
Berpontensi
menimbulkan masalah keamanan.
D.
Mencari
Petunjuk
Tugas pemasok
adalah memastikan dirinya mempertimbangkan ketika pelanggan sedang berada ¾atau mungkin berada ¾di pasar dan mencari pemasok. Mengidentifikasi petunjuk yang
baik dan mengubahnya menjadi penjualan mengharuskan seluruh organisasi
pemasaran dan penjualan bekerja dengan pendekatan yang terkoordinasi dan
memanfaatkan banyak saluran dalam menjalankan peran sebagai penasihat
terpercaya bagi pelanggan prospektif.
Pemasok yang tidak
mempunyai kapasitas produksi yang diperlukan atau mempunyai reputasi buruk akan
ditolak. Mereka yang lolos kualifikasi mungkin dikunjuangi oleh agen pembeli,
yang akan memeriksa fasilitas manufaktur pemasok dan menemui personel mereka.
Setelah mengevaluasi setiap perusahaan, pembeli akan memiliki sebuah daftar
pendek yang memuat pemasok berkualifikasi. Banyak pembeli profesional menuntut
pemasok agar mengubah pemasaran mereka untuk memperbesar kemungkinan mereka
pilih.
E.
Pengumpulan
Proposal
Tahap selanjutnya
dalam proses pembelian adalah mengumpulkan proposal. Dimana pembeli mengundang
pemasok yang lolos untuk menyerahkan proposalnya. Jika barang yang dicari
kompleks atau mahal, pembeli akan meminta proposal tertulis yang rinci dari
setiap pemasok tersebut. Setelah mengevaluasi proposal, pembeli akan mengundang
beberapa pemasok untuk melakukan presentasi resmi.
Pemasar bisnis
harus ahli dalam meneliti, menulis, dan mempresentasikan proposalnya. Proposal
tertulis harus berupa dokumen pemasaran yang menjelaska zAn nilai dan manfaat untuk pelanggan. Presentasi lisan
yang dilakukan harus membangkitkan kepercayaan serta memposisikan kapabilitas
dan sumber daya perusahaan sehingga lebih menonjol dari pesaing. Proposal dan
penjualan haru ssering dilakukan oleh tim. Tim dapat menaikkan level
pengetahuan dan keahlian rekan kerja daripada bekerja sendiri-sendiri.
F.
Pemilihan
Pemasok (Vendor)
|
Atribut
|
Skala Peringkat
|
||||
|
|
Beban Arti Penting
|
Buruk (4)
|
Biasa (2)
|
Baik (1)
|
Sangat Baik (4)
|
|
Harga
|
0,30
|
|
|
|
X
|
|
Reputasi pemasok
|
0,20
|
|
|
x
|
|
|
Kehandalan produk
|
0,30
|
|
|
|
X
|
|
Kehandalan jasa
|
0,10
|
|
x
|
|
|
|
Fleksibilitas pemasok
|
0,10
|
|
|
x
|
|
|
Total Nilai:
0,30(4) + 0,20(3) + 0,30(4) + 0,10(2) + 0,10(3) = 3,5
|
|||||
Tabel 1
Contoh Analisis Vendor
Contoh Analisis Vendor
Sebelum memilih
pemasok, pusat pembelian akan menyebutkan atribut pemasok yang diinginkan dan
menunjukkan mana yang mejadi prioritas. Untuk menentukan peringkat dan
mengidentifikasikan pemasok yang paling menarik, pusat pembelian sering
menggunakan model evaluasi pemasok seperti dalam Tabel 1 Kotler (2008 : 214).
Dalam mengatasi
tekanan harga Kotler (2008 : 214) Pusat pembelian mungkin berusaha bernegoisasi
dengan pemasok yang dipilih untuk mendapatkan harga dan syarat yang lebih baik
sebelum memutuskan pilihan terakhir. Beberapa perusahaan menangani pembeli
berorientasi-harga dengan memberikan harga yang lebih rendah dengan syarat yang
ketat: (1) kuantitas terbatas, (2) tidak ada pengembalian uang, (3) tidak ada
penyesuaian, dan (4) tidak ada pelayanan.
Pembagian risiko
dan keuntungan dapat mengimbangi pengurangan harga yang diminta dari pelanggan.
Sendangkan jumlah pemasok harus diputuskan oleh pusat pembelian, dimana
perusahaan-perusahaan ingin pemasok yang dipilih mereka bertanggung jawab atas
sistem komponen yang lebih besar, mereka ingin pemasok terus menyempurnakan
kualitasa dan kinerja mereka, dan di saat yang sama meminta mereka untuk
menurunkan harga setiap tahun sebesar persentase tertentu. Setiap perusahaan
berharap pemasok mereka bekerja sama lebih erat dengan meraka sepanjang
pengembangan produk, dan menghargai saran mereka.
G.
Spesifikasi
Pesanan-Rutin
Setelah memilih pemasok, tahap dalam proses pembeli yaitu
seorang pembeli menegosiasikan pesanan akhir, membuat daftar spesifikasi
teknis, jumlah yang diperlukan, waktu pengiriman yang diharapkan, kebijakan
pengembalian, jaminan, dan seterusnya.
H.
Tinjauan
Kinerja
Tinjaun
kinerja bisa membuat pembeli melanjutkan, memodifikasi, atau mengakhiri
hunungan pemasok. Ada tiga metode dalam meninjau kinerja pemasok yang telah
terpilih Kotler (2008 : 217) :
a.
Pembeli
dapat menghubungi pengguna akhir dan meminta penilaian mereka;
b.
Pembeli
dapat menentukan peringkat pemasok berdasarkan beberapa kriteria dengan
menggunakan metode nilai terimbang;
c.
Pembeli
dapat menggabungkan biaya kinerja yang buruk untuk menghaasilkan biaya
pembelian yang disesuaikan, termasuk harga.
2.5 Mengelola Hubungan Pelanggan Bisnis-ke-Bisnis
A.
Manfaat Koordinasi Vertikal
Sebagian
besar riset mendukung koordinasi vertikal yang lebih besar antara mitra
pembeliaan dan penjual, sehingga mereka tidak hanya sekedar bertransaksi tetapi
terlibat dalam kegiatan yang menciptakan nilai yang lebih besar bagi kedua
pihak.Membangun kepercayaan adalah salah satu syarat hubungan jangka panjang
yang sehat. “gagasan Pemasaran: membangun kepercayaan dan kredibilitas
perusahaan” menyebutkan beberapa dimensi kunci terhadap kepercayaan semacam
itu. Pengetahuan yang khusus dan relavan dengan mitra hubungan juga merupakan
faktor penting dalam kekuatan ikatan antara perusahaan yang bermitra.
Kotler
(2008 : 220) Hubungan
antara agen periklana dengan klien mengilustrasikan penemuan-penemuan ini:
1.
Dalam tahap pembentukan hubungan, salah
satu mitra mengalami pertumbuhan pasar yang substansial—perusahaan manufaktur
yang memanfaatkan teknik produksi massal mengembankan merek nasional, yang
meningkatkan arti pentingdan jumlah iklan media massa.
2.
Ketidakmetrisan informasi antara mitra
menyiratkan bahwa kemitraan akan menghasilkan lebih banyak laba dibandingkan
jika mitra berusaha menginvasi wilayah perusahaan lainnnya—Agen periklanan
mempunyai pengetahuan khusus yangtidak dapat dimiliki dengan mudah oleh klien
mereka.
3.
Setidaknya salah satu mitra menempatkan
penghalang yang tinggi di pintu masuk sehinga mencegah mtra lain memasuki
bisnis—Agen periklanan tidak dapat menjadi produsen nasional dengan mudah, dan
selama bertahun-tahun, perusahaan manufaktur tidak diperkenalkan untuk menerima
komisi media.
4.
Ada ketidak seimbangan ketergantungan
sehingga satu mitra dapat mengendalikan atau mempengaruhi mitra lain—Agen
periklanan mengendalikan seluruh akses media.
5.
Salah satu mitra mengambil keuntungan
dari ekonomi-ekonomi skala yang berkaitan dengan ubungan ini—Agen periklanan
mendapat keuntungan dengan menyediakan informasi pasar yang sama kepada banyak
klien.
Riset menemukan bahwa hubungan
pembeli-pemasok di bedakan oleh empat faktor :
1.
Ketersediaan alternatif
2.
Pentingnya pasokan
3.
Kompleksitas pasokan
4.
Dinamismepasar pasokan
Berdasarkan empat faktor di atas,
hubungan pembeli-pemasok digolongkan menjadi delapan katagori berbeda:
1.
Pembeli dan penjual dasar—Katagori ini
merupakan pertukaran sederhana dan rutin dengan tingkat pertukaran kerja sama
dan informasi yang moderat.
2.
Pembelian per elemen—Hubungan ini
memerlukan lebih banyak adaptasi oleh penjual serta pertukaran kerja sama dan
informasi yang lebih sedikt.
3.
Transaksi kontraktual—Pertukaran ini
didefinisikan berdasarkan kontrak resmi dan biasanya mempunyai tingkat
kepercayaan, kerja sama, dan interaksi yang rendah.
4.
Pasokan pelanggan—Dalam situasi pasokan
umum tradisonal, persaingan dan bukan kerja sama merupakan bentuk tata kelola
yang dominan.
5.
Sistem kerja sama—Mitra dalam sistem
kerja sama memiliki cara-cara oprasional yang seragam, tetapi tidak satu pun
dari mereka yang menunjukkan komitmen struktual melalu sarana atau adaptasi
hukum.
6.
Kolaboratif—Dalam pertukaran
kolaboratif, sebagian besar kepercayaan dan komitmen menimbulkan kemitraan
sejati.
7.
Pelanggan adalah raja—Dalam hubungan
yang erat dan kooperatif ini, penjual menyesuaikan diri untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan tanpa mengharapkan banyak adaptasi atau perubahan sebagai
bayarannya.
B.
Hubugan Bisnis: Risiko dan Oportunisme
Para
peneliti telah melihat bahwa upaya untuk membangun hubungan pelanggan-pemasok
akan menciptakan ketegangan antara penjagaan keamanan dan adaptasi. Koordinasi
vertikal dapat memperkuat ikatan pelangan-penjual tetapi pada saat yang sama
dapat meningkatkan risiko terhadap infestasi khusus pelanggan dan pemasok.
Investasi khusus adalah pengeluaran yang dirancang khusus untuk perusahaan
tertentu dan mitra rantai nilai (investasi dalam pelatihan khusus-perusahaan,
peralatan, dan prosedur atau sistem operasi).investasi ini membantu perusahaan menumbuhkan laba dan mencapai positioning.
Misalnya xerox bekerja sama secara erat dengan pemasoknya untuk mengembangkan
proses dan komponen khusus yang mengurangi biaya manufaktur mesin fotocopynya
30% sampai 40%. Sebagai gantinya , pemasok mendapatkan penjualan dan jaminan
volume, pemahamaan tentang kebutuhan pelanggan mereka yang lebih baik, dan
posisi yang kuat dengan Xerox untuk penjualan di masa yang akan datang.
Oportunisme
menjadi masalah karena perusahaan harus mendedikasikan sumber daya untuk
pengendalian dan pengawasaan yang sebenarnya dapat dialokasikan untuk tujuan
yang lebih produktif. Kontak saj amungkin tidak cukup untuk mengatur transaksi
pemasok ketika oportunisme pemasok manjadi sulit dideteksi, ketika perusahaan
melakukan investasi khusus dalam aset yang tidak dapat mereka gunakan dimanapun
, dan ketika kadaan darurat lebih sulit diantisipasi. Pelanggan dan pemasok
lebih cenderung untuk membentuk joint venture (ketimbang mendatangani kontrak
sederhana) ketika tingkat ke khususan aset pemasok tinggi, mengamati
perilakupemasok menjadi sulit, dan pemasok mempunyai reputasi buruk. Kita
pemasok mempunyai reputasi baik., pemasok lebih suka menghindari oportunisme
untuk melindungi aset tidak nyata yang berharga lain.
2.6 Pasar Lembaga dan Pemerintah
Diskusi kita sebagian besar berpusat
pada perilaku pembelian dari perusahaan pencari laba. Sebagian besar yang telah
di sampaikan juga berlaku untuk praktik pembelian lembaga dan organisasi
pemerintah. Meskipun demikian, perlu di cermati juga fitur-fitur khusus
tertentu dari pasar ini.
Pasar institusi atau lembaga terdiri dari sekolah, rumah sakit ,rumah perawatan, penjara,
dan lembaga lain yang harus menyediakan barang dan jasa kepada orang-orang yang
mereka urus. Banyak dari organisasi-organisasi ini memilki anggaran yang rendah
dan kelompok pelanggan yang captive. Misalnya, rumah sakit harus memutuskan kualitas
makanan yang dibeli untuk pasien. Tujuan pembelian di sini bukan laba, karena
makanan disediakan sebagai bagian dari keseluruhan paket layanan; minimalisasi
biaya juga tidak menjadi tujuan tunggal, karena makanan yang buruk akan
menyebabkan pasien mengeluh dan merusak reputasi rumah sakit. Agen pembelian
rumah sakit harus mencari vendor makanan untuk lembaga yang kualitasnya
memenuhi atau melebihi standar minimum tertentu dan berharga murah. Bahkan,
banyak vendor makanan membuat divisi terpisah untuk menjual ke pembeli tetangga
karena kebutuhan dan karakteristik khusus pembeli ini. Heinz memproduksi,
mengemas dan menetapkan harga kecapnya secara berbeda untuk memenuhi kebutuhan
untuk rumah sakit, perguruan tinggi, dan penjara. Aramark corp, yang menyediakan layanan makanan untuk stadion, arena,
kampus, bisnis, dan sekolah juga mempunyai keunggulan kompetitif dalam
menyediakan makanan untuk penjara negara, berkat disempurnakanya praktik
pembelian dan manajemen rantai pasokanya.
Seperi
halnya perusahaan yang memberikan panduan kepada lembaga pemerintah tentang
cara pembelian terbaik dan penggunaan produk perusahaan, pemerintah juga
memberikan panduan terinci kepada calon pemasok yang menjelaskan cara menjual
kepada pemerintah. Gagal mengikuti panduan atau mengisi formulir dan kontrak
dengan benar dapat menciptakan malapetaka hukum.
Post a Comment