CAPITAL BUDGETING (PAPER/MAKALAH)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perusahaan mengadakan
investasi dalam aktiva tetap dengan harapan memperoleh kembali dana yang
diinvestasikan tersebut seperti halnya pada aktiva lancar. Perbedaannya adalah
pada jangka waktu. Cara kembalinya dana yang diinvestasikan dalam kedua
golongan aktiva tersebut.
Keseluruhan proses
perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai dana dimana jangka waktu
kembalinya dana tersebut melebihi waktu satu tahun disebut penganggaran modal
atau Capital Budgeting.
Menurut Andrew Graham
dari School of Policy Studies Queens University:
“Capital Budgeting is a process used to evaluate
investments in long-term or capital assets”.
Capital assets adalah
aset yang dimiliki perusahaan dengan usia atau masa pemanfaatan lebih dari
setahun. Biasanya dana atau biaya yang dikelola untuk menangani aset ini sangat
besar. Sehingga teknik penganggaran modal ini sifatnya sangat penting.
“Capital Budgeting is the decision process that
managers use to identify those projects that add to the firm’s value, and as
such it is perhaps the most important task faced by financial managers and
their staffs”.
Contoh Capital Budgeting
adalah pengeluaran dana untuk aktiva tetap yaitu tanah, bangunan, mesin-mesin
dan peralatan. Penganggaran modal menjelaskan tentang perencanaan jangka
panjang untuk merencanakan dan mendanai proyek besar jangka panjang.
Dalam konteks sebuah
negara atau pemerintahan, penganggaran modal memiliki implikasi dua hal yaitu
sebagai instrumen kebijakan fiskal dan untuk meningkatkan kekayaan bersih dari
pemerintah. Dan untuk hal-hal terlentu merupakan alat pembangunan daerah.
Fungsi dari melakukan Capital Budgeting antara lain untuk mengidentifikasi
investasi yang potensial. Apabila telah ditemukan, teknik ini dapat pula digunakan
untuk memilih alternative investasi. Setelah dipilih, kemudian dapat dilakukan
audit dalam pelaksanaannya.
Secara tradisional,
proyek menggunakan penganggaran modal sebagai dasar untuk pengambilan keputusan
investasinya antara lain untuk membangun sebuah hotel yang baru, untuk
menghitung kelayakan pembuatan sebuah kantin di sebuah sekolah atau untuk
mengganti sistem pembakaran di sebuah pabrik baja.
Keputusan penganggaran
modal memiliki efek yang sangat jelas terhadap tingkat kesehatan keuangan perusahaan
untuk jangka panjang. Sebuah proyek yang didasarkan pada keputusan penganggaran
modal yang berhasil, akan mendorong mengalirnya pemasukan (cashflow) perusahaan
untuk jangka panjang. Sebaliknya, penganggaran modal yang tidak baik akan
menyebabkan tingkat pengembalian investasi yang mencukupi. Akibatnya dapat saja
sebuah proyek atau sebuah perusahaan mengalami kebangkrutan. Keputusan
penganggaran modal dapat pula digunakan sebagai dasar untuk pengambilan
keputusan, barang atau jasa apa yang akan dibuat, bagaimana barang atau jasa
itu dijual pada pelanggan? Dan bagaimana cara menjualnya?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Capital Budgeting adalah merupakan proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang
yang konsisten terhadap maksimalisasi tujuan perusahaan. Definisi Capital Budgeting “Capital Budgeting is the Process of evaluating and selecting
long-term invesmentsconsistents with the firm’s goal of owner wealth
maximization”.Investasi juga
berarti pengeluaran pada saat ini dan hasil yang diharapkan dari pengeluaran
tersebut baru akan diterima lebih dari satu tahun mendatang. Definisi Capital
Budgeting adalahsebagaiberikut: “Capital Budgeting involves the entire
process of planning whose returns are expected to extend beyond one year”.
Capital Budgeting: Proses evaluasi dan seleksi investasi jangka panjang
yang sesuai dengan tujuan perusahaan (maksimisasi kemakmuran pemilik).
“
seorang manajer keuangan selalu dihadapkan pada berbagai pilihan investasi yang
paling menguntungkan bagi perusahaan”
1. Perencanaan mengenai penanaman modal
dan penanaman uang (dana) secara kontinyu dari aneka sumber daya organisasi
serta pengembalian dan pengendaliannya.
2. Penganggaran modal ialah investasi
jangka panjang untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang, atau pengeluaran
modal saat ini untuk memperoleh keuntungan masa mendatang dalam jangka panjang.
3. Menurut
James C Van Horne (1993:106) Investasi adalah
“kegiatan yang dilangsungkan untuk
memanfaatkan pengeluaran kas pada waktu sekarang ini dengan tujuan untuk
menghasilkan laba yang diharapkan dimasa yang akan datang”.
4. Menurut Winardi dalam kamus ekonomi (1982) investasi adalah
“pembelian saham-saham obligasi
dan benda-benda tidak bergerak setelah dilakukan analisis menjamin modal yang
diletakkan memberikan hasil yang memuaskan faktor-faktor tersebut membedakan
investasi dengan spekulasi atau pembelian alat-alat produksi (termasuk
didalamnya benda-benda untuk dijual) dengan modal berupa modal uang”.
5. Menurut Kamarudin Ahmad (2004 : 3) Investasi adalah :
“Menempatkan
uang atau dana sebagai harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan
tertentu atas uang atau dana tersebut”
6. Menurut Eko Priyo Pratomo dan Ubaidillah Nugraha (2002 : 3) Investasi
adalah :
“Membeli
suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai
yang lebih tinggi.”
B.
Macam-macam
Investasi
Investasi dapat dikatagorikan menjadi dua, yaitu :
1. Investasi SDM, bentuknya adalah
meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM agar mampu bekerja lebih efekltif,
efesien, dan produktif. Investasi SDM hasilnya sulit diprediksi, karena manusia
memiliki tiga factor utama yang sulit diprediksi yaitu; pikiran, perasaan, dan
kepentingan. Pikiran masih bisa diukur dengan Intellegency quotient (IQ), namun
perasaan dan kepentingan sulit diukur.
2. Investasi Material, bentuknya alat
kerja dan modal kerja atau investasi riil dan investasi financial.
Faktor-faktor Yang Perlu Dipertimbangkan :
1. Investasi
Jangka panjang berarti berisiko tinggi, karena masa mendatang pada umumnya
ketidakpastiannya tinggi.
2. Biaya modalnya
besar, keputusan harus tepat.
3. Setiap
ketupusan yang diambil dalam penganggaran modal mempengaruhi leverage operasi
dan leverage keuangan.
4. Tahap
perencanaan Investasi mencakup rencana dan tujuan yang ingin dicapai, struktur
modal, biaya modal, dan persetujuan penanggung risiko (pemilik modal).
Contoh
Investasi :
1.
Penggantian Alat-alat Perlengkapan
2.
Perluasan Pabrik atau Produk
3.
Penyempurnaan Produk yang ada atau Penambahan Jenis Produk
Baru.
Bentuk-Bentuk
(Motiv-Motiv) Investasi
1.
Penggantian untuk kelanggengan usaha atau penurunan biaya
2.
Ekspansi atas prosuk atau pasar yang telah ada
3.
Ekspansi atas produk yang baru
4.
Proyek pengamanan dan/atau lingkungan.
Penilaian investasi dalam konteks capital budgeting akan
menggunakan beberapa alat analisis baik bersifat sederhana hingga yang bersifat
kompleks.sebeum menggunakan model-model tersebut. beberapa hal perlu dipahami
antara lain konsep nilai waktu uang (time value of money), discount
factor, compound factour.
Pendekatan
dalam pengambilan Keputusan
1.
Pendekatan Terima-Tolak. Digunakan jika sumber dana
perusahaan tidak terbatas atau sebagai filter awal atas usulan investasi.
Perusahaan menetapkan stansar minimum penerimaan usulan investasi.
2.
Pendekatan peringkat. Tepat digunakan unutk proyek mutually
exclusive atau situasi Rasionalisasu Modal.
C.
Aliran Kas (Cash
Flow)
Cash flow atau proceeds adalah pendapatan setelah pajak
(earning after tax/EAT) ditambah dengan penyusutan atau depresiasi aktiva tetap
yang dapat dituliskan dalam samaan berikut ini.
Proceed= laba setelah pajak (EAT) +
Penyusutan
Cash
flow dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu:
1.
Conventional Cas Flow
Pola
aliran kas yang konvensional menunjukan suatu initial cash outflow yang diikuti
dengan suatu seri cash flow secara berlanjut.
2.
Non Conventional Cas Flow
Dibandingkan dengan pola kas konvensional, pada pola non
konvensional, investor akan mendapatkan beberapa kemungkinan pola aliran ka,
baik yang bersifat cash inflow ataupun cash outflow. Misalnya dari serangkaian
aliran kas, pada tahun tertentu terjadi pengeluran untuk perbaikan mesin, yang
membutuhkan capital expenditure.
Pada pola aliran konvensional, setalah pengeluaran awal,
investor akan mendapat suatu cash inflow, namun tidak ada aliran kas yang
bersifat cash outflow.
Komponen
Utama Aliran Kas
1.
Investasi awal
2. Aliran kas masuk operasi
3. Aliran kas terminal
D.
Perbedaan pengertian
keuntungan akuntansi dan cash flow (Aliran/Arus
Kas)
Keuntungan akuntansi yang dimaksudkan disini adalah laporan
bukuan laba bersih dari hasil operasi/non operasi seteah dikurangi pengeluaran
pajak. Penilaian investasi berdasarkan pada aliran kas dan bukan pada
keuntungan yang dilaporkan dalam buku semata. Untuk keperluan tersebut, kita
perhitungkan pengeluaran yang bersifat tunai. Sbab, dalam perhitungan laba atas
dasar pembukuan, kita telah mengurangkan pengeluaran-pengeluaran non tunai
seperti penyusutan maupun amortisasi. Dengan demikian, kita harus benar-benar
menghitung kembali berapa aliran uang tunai-baik yang masuk maupun yang keluar
perusahaan yang dihasilkan/dibutuhkan untuk keperluan investasi tersebut.
Aliran kas untuk tujuan penganggaran modal didefinisikan
sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal didefinisikan sebagai arus kas
sesudah pajak atas semua modal perusahaan. Secara aljabar, definisi tersebut
dapat diuraikan sebagai:
|
Aliran
(Arus) Kas = ∆ EBIT – T (∆ EBIT) + ∆ Depresiasi
=
(1 – T) ∆ EBIT + ∆ Depresiasi
=
∆ EAT + (1- T) ∆ I + ∆ Depresiasi
|
Dengan
EBIT :Earning Before Interest &
Takes (Laba Sebelum Bunga & Pajak)
EBIT :TR – TVC – TFC
EAT :Earning After Tax (Laba
Bersih setelah bunga & Pajak)
TR : Total Revenue/Penjualan
TVC : Biaya Variabel Total (Total
Variable Cost)
TFC : Biaya Tetap Total (Total Fixed
Cost); termasuk biaya depresiasi
T : Tingkat pajak yang berlaku bagi
perusahaan
I : Perubahan Beban Bunga
Pada kasus investasi yang dibiayai seluruhnya oleh modal
sendiri, atau dengan perkataan lain investasi tersebut tidak dibiayai oleh
uang, maka formulasi di ats dapat dituliskan kembali menjadi:
Aliran
Kas = ∆ EAT + Depresiasi
Karena
dalam hal ini ∆I = 0
Setiap usulan pengeluaran modal (Capital Expenditure)
selalu mengandung dua macam aliran kas, yaitu:
1.
Aliran kas keluar netto (Net Cash Flow), yaitu aliran
uang tunai yang dibutuhkan untuk investasi baru.
2. Aliran kas masuk netto (Net Cash
Inflow), yaitu aliran uang tunai masuk sebagai hasil dari investasi baru
dan sering pula disebut net cash proceeds/proceeds.
Sumber Pembiayaan Investasi :
1. Modal Pinjaman, biaya modal
pinjaman (kb)
2. Modal
Sendiri, biaya modal sendiri (ks)
3. Menentukan
besarnya biaya modal rata-rata tertimbang (k) atau WACOC = Weighted Average
Cost Of Capital sebagai Discount Rate dengan Formula :
k = { kb (1-T) (B/V) } + ks (S/V)
Dimana : T =
Tax/pajak, B = debt/hutang, S = Stock/Saham/Modal Sendiri dan V= Value / Nilai
Perusahaan/Total Assets.
E.
CAPITAL BUDGETING:
Secara
umum, capital budgeting memiliki arti penting berupa:
1.
Jangka waktu tertanamnya aset yang lama
membuat perusahaan perlu memikirkan sumber dana lain bagi kebutuhan yang lain.
2. Investasi dalam
aktiva tetap menyangkut dua hal:
a.
BiIa investasi yang terlampau besar
akibatnya adalah banyak peralatan yang tidak beroperasi.
b.
Bila investasi yang terlampau kecil
sehingga kekurangan peralatan akibatnya adalah perusahaan bekerja dengan harga
pokok yang terlalu tinggi sehingga mengurangi daya saing.
3.
Pengeluaran dana untuk keperluan
tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar yang tidak bisa diperoleh dalam
jangka waktu yang pendek atau sekaligus, sehingga perlu adanya ketelitian dalam
melakukan perhitungan.
4.
Kesalahan dalam melakukan penghitungan
berarti berakibat panjang sehingga kerugian besar pasti terjadi.
1. Metode
dalam Capital Budgeting
Syamsuddin
(2007) menyatakan, ada beberapa metoda dalam Capital Budgeting untuk penentuan
rangking investasi dan pengambil keputusan,yaitu:
a. Average
Rate of Return
Metode
Average Rate of Return atau sering disebut juga dengan Accounting Rate of
Return, menunjukkan prosentase keuntungan netto sesudah pajak dihitung dari
Average Investment atau Initial investment.Metode
ini mendasarkan diri pada
keuntungan yang dilaporkan dalam buku (Reported Accounting Income), (Bambang Riyanto,
1995).
Metode
accounting rate of return adalah metode penilaian investasi yang mengukur
seberapa besar tingkat keuntungan dari invetasi.Metode ini menggunakan dasar
laba akuntansi sehingga angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak (EAT)
yang dibandingkan dengan rata-rata investasi.
Untuk menghitung
rata-rata EAT dengan cara menunjukkan EAT (laba setelah pajak) selama umur
investasi dibagi dengan umur investasi. Sedangkan untuk menghitung rata-rata investasi adalah investasi ditambah
dengan nilai residu dibagi 2.
Setelah
angka accounting rate of return dihitung kemudian dibandingkan dengan tingkat
keuntungan yang diisyaratkan. Apabila angka accounting rate of return lebih
besar dibandingkan dengan keuntungan yang diisyaratkan, maka proyek investasi
ini menguntungkan, apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang
diisyaratkan proyek ini tidak layak.
Kebaikan
metode ini adalah sederhana dan mudah, karena untuk menghitung ARR cukup
melihat laporan rugi-laba yang ada. Sedangkan kelemahan metode ini mengabaikan
nilai waktu nilai waktu uang (time value of money) dan tidak
memperhitungkanaliran kas (cashflow).
Contoh:
Perusahaan “Sari Delima” sedang menilai
dua buah proyek A, dan B, yang masing-masing membutuhkan initial investment
sebesar Rp. 6.000.000,00 untuk proyek A, dan Rp 7.200.000,00 untuk proyek B.
Perusahaan akan menggunakan metode garis lurus (stright-line method) dalam
mendepresiasi kedua proyek tersebut. Umur ekonomis masing-masing proyek adalah
6 tahun dan tidak ada nilai residu.
Berdasarkan
informasi di atas, maka diketahui bahwa:
|
|
Proyek A
|
Proyek B
|
|
Initial
Investment
|
Rp 6.000.000,00
|
Rp
7.200.000,00
|
|
Depresiasi
|
Rp 1.000.000,00
|
Rp
1.200.000,00
|
Jumlah cash inflow untuk masing-masing
proyek dapat dicari dengan cara sebagai berikut:
CI = EAT + D
Di mana:
CI
= Cash Inflow
EAT
= Earning after taxes atau laba bersih
sesudah pajak
D = Depresiasi
Tabel 1 menyajikan jumlah proyeksi laba
bersih sesudah pajak dan cash inflow untuk masing-masing proyek.
Tabel 1
Initial Investment,
Earning After Taxes dan Cash Flow untuk
Kedua
Usulan Proyek Perusahan “Sari Delima”
|
|
|
Proyek A
|
Proyek B
|
||
|
Initial
Investment Rp 6.000.000,00
|
Initial
Investment Rp 7.200.000,00
|
||||
|
Tahun
|
EAT
|
CI
|
Tahun
|
EAT
|
CI
|
|
|
Rp.
|
Rp.
|
|
Rp.
|
Rp.
|
|
1
|
1.000.000,00
|
2.000.000,00
|
1
|
3.300.000,00
|
4.500.000,00
|
|
2
|
1.000.000,00
|
2.000.000,00
|
2
|
1.000.000,00
|
2.200.000,00
|
|
3
|
1.000.000,00
|
2.000.000,00
|
3
|
800.000,00
|
2.000.000,00
|
|
4
|
1.000.000,00
|
2.000.000,00
|
4
|
100.000,00
|
1.300.000,00
|
|
5
|
1.000.000,00
|
2.000.000,00
|
5
|
100.000,00
|
1.300.000,00
|
|
6
|
1.000.000,00
|
2.000.000,00
|
6
|
100.000,00
|
1.300.000,00
|
|
Rata-rata
|
1.000.000,00
|
2.000.000,00
|
|
900.000,00
|
2.100.000,00
|
Average rate of return
Perhitungan average
rate of return didasarkan atas jumlah keuntungan bersih sesudah pajak (EAT)
yang tampak dalam laporan rugi-laba. Pengukuran dengan teknik rate of return
ini sering pula disebut dengan istilah “accounting rate of return” yang
perhitungannya dilakukan sebagai berikut:
Average
earning after taxes (rata-rata bersih sesudah pajak):
Average earning after
taxes atau rata-rata keuntungan bersih sesudah pajak dihitung dengan jalan
menambah keseluruhan keuntungan bersih sesudah pajak selama umur proyek,
kemudian dibagi dengan umur ekonomis proyek tersebut:
Di mana:
Average EAT =
rata-rata keuntungan
∑EAT =
total keuntungan
n = umur ekonomis
Rata-rata
keuntungan bersih sesudah pajak untuk kedua
proyek adalah :
Average
EAT proyek A =
=
Rp.1.000.000,00
Average
EAT proyek B =
=
Rp 900.000.00
Average investment (Rata-rata investasi):
Rata-rata
investasi dihitung dengan jalan membagi dua jumlah investasi. Rata-rata ini
mengasumsikan bahwa perusahaan menggunakan metode depresiasi garis lurus dan
tidak ada nilai residu atau salvage value pada akhir umur ekonomis proyek.
Dengan demikian, nilai buku aktiva akan menurun pada tingkat yang konstan,
mulai dari nilai investasi yang semula sampai dengan Rp 0 pada akhir umur
ekonomis proyek. Hal ini berarti bahwa rata-rata nilai proyek adalah separuh
dari nilai jumlah investasi yang semula. Latarbelakang pemikiran seperti ini
sama dengan rata-rata persediaan yag digunakan dalam perhitungan EOQ yang sudah
disajikan didepan.
Rata-rata investasi
untuk masng-masing proyek adalah:
Rata-rata
investasi = 
Rata-rata
investasi proyek A = 
=
Rp 3.000.000.00
Rata-rata
investasi proyek B = 
=
Rp 3.600.000.00
Setelah mengetahui
rata-rata laba bersih sesudah pajak dan rata-rata investasi, maka average rate
of return untuk masing-masing proyek adalah sebagai berikut:
Average
rate of return:
Proyek A = 
=
0,333 atau 33,33%
Proyek B = 
=
0,25 atau 25%
Dari hasil perhitungan
di atas maka tampak bahwa proyek A lebih baik daripada proyek B karena average
rate of returnnya lebih besar dibandingkan dengan average rate of return B.
b.
Net
Present Value (NPV)
Net present value adalah salah satu dari teknik capital
budgeting yang mempertimbngkan nilai waktu uang yang paling banyak digunakan.
Net
Present Value adalah selisih Present Value dari
keseluruhan Proceed dengan Present Value dari keseluruhan investasi.
·
Bila present value
proceed lebih besar atau sama dengan present value
investasi maka usul investasi diterima.
·
Bila present value
proceed lebih kecil present value investasi maka usul
investasi
ditolak.
Rumus yang dapat
digunakan adalah:
NPV =
- Io
- Io
Dimana:
CF = Cashf low =
Proceeds = jumlah uang yang diterima
i = Tingkat Bunga
n = Periode Waktu
lo = Nilai lnvestasi awal ( tahun 0).
Keputusan tentang
apakah suatu proyek dapat diterima atau tidak, akan sangat tergantung pada
hasil perhitungan net present value dari proyek tersebut.
Untuk menghitung NPV,
pertama menghitung present value dari penerimaan atau cashflow dengan tingkat
discount rate tertentu, kemudian dibandingkan dengan present value dari
investasi. Bila selisih antara PV dari cashflow lebih besar berarti terdapat
NPV positif, artinya proyek investasi layak, sebaliknya bila PV dari cashflow
lebih kecil dibanding PV investasi, maka NPV negatif dan investasi dipandang
tidak layak.
Contoh: Maju Jaya memiliki nilai proyeksi penerimaan
yang jumlahnya tidak sama tiap tahunnya, maka akan tampak pada tabel di bawah
ini:
|
Tahun
|
Df (10%)
|
Proceeds
|
PV dari Proceeds
|
|
(1)
|
(2)
|
(1) x (2)
|
|
|
1
|
0,909
|
Rp.60.000
|
Rp. 54.540
|
|
2
|
0,826
|
50.000
|
41.300
|
|
3
|
0,751
|
40.000
|
30.040
|
|
4
|
0,683
|
30.000
|
20.490
|
|
5
|
0,621
|
20.000
|
12.420
|
|
|
0,564
|
10.000
|
5.640
|
|
PV. Proceeds
|
|
|
164.430
|
|
PV.outlays
|
|
|
120.000
|
|
NPV
|
|
|
44.430
|
Nilai NPV yang
diperoleh oleh PD. Maju Jaya adalah Rp.44.430.
|
Bila dengan menggunakan rumus di atas,
maka hasilnya sebagai berikut:
Rp.60.000 Rp.50.000
Rp.40.000 Rp. 10.000
(1+10%)1 (1+10%)2 (1+10%)3 (1+10%)6
= Rp.44.430,-
Nilai
NPV PD. Maju Jaya adalah sebesar Rp.44.430. nilal NPV ini positif, sehingga investasi diterima.
c.
Profitability
Index (PI)
Merupakan metode
perhitungan kelayakan investasi yang membagi antara Present Value dari Proceeds
dengan Present Value dari Outlays. Bila
hasilnya Iebih besar dari 1 maka investasi diterima. Bila hasilnya kurang dari
1, maka investasi ditolak.
Rumus
yang digunakan adalah:
PV Proceeds
PV Outlays
Dimana :
PV = Present Value
Outlay = Jumlah uang yang dikeluarkan atau
investasi
Proceeds = Jumlah uang yang diterima
Untuk PD. Maju Jaya,
nilai profitability indexnya adalah:
Rp. 164.430
Rp. 120.000
PD. Maju Jaya memiliki
nilai Profitability Index sebesar 1,37. Nilai tersebut lebih besar dari 1
sehingga investasi dari PD. Maju Jaya dapat diterima.
Syarat investasi Iayak
adalah apabila nilai Profitability Index Iebih besar dari satu, sedangkan bila
kurang dari satu, maka investasi ditolak.
d. Internal
Rate of Return
Internal rate of return (IRR) didefinisikan sebagai
tingkat discount atau bunga yang akan menyamakan present value cash inflow
dengan jumlah initial investment dari proyek yang sedang dinilai. Engan
perkataan lain. IRR adalah tingkat discount yang akan menyebabkan NPV sama
degan nol, karena present value cash inflow pada tingkat discount tersebut akan
sama dengan initial inveestment.
Perhitungan IRR
Perhitungan IRR harus dilakukan secara “trial and
error” (coba-coba) sampai pada akhirnya diperoleh tingkat discount yang akan
menyebabkan NPV sama dengan nol. Penentuan besarnya IRR untuk suatu pola cash
flow yang berbentuk anuiler jauh lebih mudah dibandingkan dengan pola cash
inflow yang tidak sama dari tahun ke tahun (mixed stream of flow).
Internal
Rate of Return adalah tingkat bunga yang akan
menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceeds sama dengan nilai sekarang dari
outlay.
Rumus yang dapat
digunakan dalam IRR adalah:
P2
– P1
C2 – C1
Dimana:
P1 =
nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV positif
P2
= nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV negatif
C1
= NPV positif
C2
= NPV negative
Contoh :
Tuan
Yatna Supriyatna memiliki sebidang tanah yang akan dibangun sebuah usaha yaitu
Pabrik Susu. Adapun nilai investasi Tuan Yatna adalah Rp.640 juta. Proyek
penerimaan untuk kedua usaha adalah sebagai berikut:
Tahun
|
Pabrik
Susu
|
|
1
|
Rp.
50 Juta
|
|
2
|
Rp.
150 Juta
|
|
3
|
Rp.
200 Juta
|
|
4
|
Rp.
250 Juta
|
|
5
|
Rp.
300 Juta
|
|
6
|
Rp.
350 Juta
|
Berapakah
nilai IRR-Pabrik Susu tersebut?
Pembahasan:
IRR
= P1 – C1 x 
Dimana:
P1
adalah presentasi yang menghasilkan NPV Positif
P2
adalah presentasi yang menghasilkan NPV Negatif
C1
adalah NPV Positif
C2
adalah NPV Negatif
Gunakan
metode coba-coba. Misalnya nilai P1 adalah 19%. Maka nilai C1
adalah:
Besarnya PV dapat dilihat dan tabel Present Value
Interest Factor (tabel Ill) sebagai berikut:
|
Tahun
|
Cashflow
|
PVIF (19%)
|
PV
|
|
1
|
Rp. 50 Juta
|
0,840
|
Rp. 42,02 Juta
|
|
2
|
Rp. 150 Juta
|
0,706
|
Rp. 105,92 Juta
|
|
3
|
Rp. 200 Juta
|
0,593
|
Rp. 118,68 Juta
|
|
4
|
Rp. 250 Juta
|
0,499
|
Rp. 124,67 Juta
|
|
5
|
Rp. 300 Juta
|
0,419
|
Rp. 125,71 Juta
|
|
6
|
Rp. 350 Juta
|
0,352
|
Rp. 123,25 Juta
|
|
Total PV
|
Rp. 640,26 Juta
|
||
NPV = PV Proceed — PV
Outlays
NPV = Rp. 640,26 juta —
Rp. 640 juta
NPV = Rp. 260.000
Nilai P1 dan C1 telah
diketahui yaitu :
P1 adalah
19%
C1 adalah
Rp.260.000
Sedangkan untuk mencari
nilai C2, kita gunakan P2 misalnya 20%, sehingga nilai P2
dan C2 adalah:
|
Tahun
|
Cashflow
|
PVIF (20%)
|
PV
|
|
1
|
Rp. 50 Juta
|
0,833
|
Rp. 41,67 Juta
|
|
2
|
Rp. 150 Juta
|
0,694
|
Rp. 104,17 Juta
|
|
3
|
Rp. 200 Juta
|
0,579
|
Rp. 115,74 Juta
|
|
4
|
Rp. 250 Juta
|
0,482
|
Rp. 120,56 Juta
|
|
5
|
Rp. 300 Juta
|
0,402
|
Rp. 120,56 Juta
|
|
6
|
Rp. 350 Juta
|
0,402
|
Rp. 117,21 Juta
|
|
Total PV
|
Rp. 619,91 Juta
|
||
NPV = PV Proceed – PV
Outlays
NPV = Rp.619,91 juta –
Rp.640 juta
NPV = Rp.20,09 juta
P2
– P1
C1 – C2
20%
- 19%
- 20,09 - 0,26
Sehingga
IRR dari Pabrik Susu Tuan Yatna adalah 19,01%
2. Payback Period
Payback period adalah
periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi yang
menggunakan aliran cash netto/proceed. Waktu yang diperlukan agar dana yang
ditanam pada suatu investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya.
Rumus
yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
Outlay x 1 tahun
Proceed
Dimana:
Outlay = Jumlah uang yang dikeluarkan atau
investasi
Proceed = Jumlah uang yang ditenima
Contoh:
PD. Semakin Jaya
melakukan investasi sebesar $.45.000, jumlah proceed per tahun adalah $.
22.500,- maka Payback Periodnya adalah:
45.000 x 1 tahun
22.500
Sehingga
nilai Payback Period adalah dua tahun. Artinya dana yang tertanam
dalam aktiva sebesar $. 45.000 akan dapat diperoleh kembali dalam jangka waktu
dua tahun. Apabila investor dihadapkan pada dua pilihan investasi, maka pilih
payback period yang paling kecil.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Keseluruhan proses
perencanaan dan pengambilan keputusan mengenal dan dimana jangka waktu
kembalinya dana tersebut melebihi waktu 1 tahun disebut Capital Budgeting.
2. Cara
penilaian unsur investasi di dasarkan pada aliran kas cashflow dan bukan
berdasarkan laba yang dilaporkan oleh neraca dan rugi laba.
3. Depresiasi
adalah alat akuntansi yang akan memotong harga sebenarnya dari peralatan untuk
jangka waktu tertentu sepanjang umur dari hidup peralatan.
4.
Ada 4 (empat) metode
penilaian usul-usul investasi yaitu : Payback Period, Net Present Value,
Profitability Index, Internal Rate of Return.
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
Gray, Clive ., Lien K. Sabur., Pasaman Simanjuntak dan
P.F.L. Maspaitella.1985. Pengantar Evaluasi Proyek. Gramedia. Jakarta.
Husnan, Suad dan Muhamad, Suwarno. 2000. Studi Kalayak
Proyek. UPP AMP YKPN. Yogyakarta
Pangestu S.2001. Manajemen Keuangan (Bahan Ajar) Program
Studi Manajemen Agribisnis. UGM.Yogyakarta.
Simarmata, Dj. A. 1984. Pendekatan Sistem dalam Analisis
Proyek Investasi dan Pasar Modal. Gramedia.
Jakarta
http://herryakmen.blogspot.co.id/2011/09/capital-bugeting.html
KABAR BAIK!!!
ReplyDeleteNama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.
Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.
Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.
Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.
Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan
Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com
Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.
Sepatah kata cukup untuk orang bijak.