KEARSIPAN SISTEM ABJAD
KEARSIPAN SISTEM ABJAD
A. Latar Belakang
Setiap kantor pasti memerlukan suatu unit yang mengelola
segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan administrasi, kegiatan
administrasi pada suatu kantor pada dasarnya juga mempunyai suatu hasil seperti
unit-unit lainnya. Hasil atau produk dari suatu kantor adalah surat, formulir
dan laporan. Pengelolaan surat, formulir dan laporan yang dihasilkan dan diterima
oleh suatu kantor pada akhirnya akan berhubungan dengan kearsipan.
Kearsipan merupakan
proses pengelolaan surat-surat yang disimpan dan akan mudah ditemukan jika
diperlukan. Dalam kearsipan terdapat beberapa sistem arsip, diantaranya sistem
abjad, nomor, masalah, tanggal dan wilayah.
Dalam makalah ini
kami akan membahas tentang sistem arsip berdasarkan abjad, dimana arsip disusun
berdasarkan abjad dari A sampai dengan Z.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengelolaan kearsipan sistem abjad?
2. Bagaimana pengelolaan kearsipan di Rumah Sakit Ibu dan
Anak?
3. Bagaimana pengelolaan kearsipan di Rumah Sakit Advent?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengelolaan kearsipan sistem abjad?
2. Untuk mengetahui pengelolaan kearsipan di Rumah Sakit Ibu
dan Anak?
3. Untuk mengetahuipengelolaan kearsipan di Rumah Sakit
Advent?
D. Manfaat
Manfaat bagi Mahasiswa Pendidikan Manajemen Perkantoran
adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan arsip yang baik berdasarkan
sistem abjad, dan bisa diterapkan ketika mahasiswa tersebut menjadi seorang
Guru.
Arsip menurut UU No. 7
Th. 1971 :
Arsip adalah naskah-naskah yg dibuat & diterima oleh
lembaga-lembaga negara & badan-badan pemerintahan serta badan-badan swasta
dan/atau perorangan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal
maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintah & kehidupan
kebangsaan.
Arsip menurut UU No. 43
Th. 2009 :
Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai
bentuk & media sesuai dgn perkembangan teknologi informasi & komunikasi
yg dibuat & diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga
pendidikan, perusahaan, orgn politik, orgn kemasyarakatan, & perseorangan
dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, & bernegara. (Psl. 1
Angka 2)
Suatu sistem untuk
menyusun nama-nama orang, baik perihal dari surat maupun istansi pengirim dapat
disusun menurut abjad, yaitu menyusun subyek itu dalam urutan A sampai Z.
Untuk memahami tata cara penyimpanan warkat dengan
menggunakan system abjad, terdapat beberapa istilah atau terminologi yang perlu
diketahui, antara lain:
1.
Mengindeks; adalah kegiatan membagi nama/judul
menjadi beberapa unit.
2.
Unit; adalah bagian terkecil dari suatu nama/judul.
3.
Caption; adalah nama yang diindeks, yang
kemudian dijadikan sebagai tanda pengenal.
4.
Mengode; adalah kegiatan menentukan kode
dari nama/judul yang sudah diindeks. Kode diambil dari huruf pertama unit
pertama dari nama/judul yang sudah diindeks.
5.
Mengabjad; adalah kegiatan menyusun kode
menurut urutan abjad dari nama/judul yang sudah diindeks.
Sistem
abjad mempunyai kelebihan dan kelemahan sebagai berikut:
1.
Kelebihannya, antara lain sebagai berikut:
a.
Sangat mudah menggolongkan surat-menyurat dengan nama
orang/instansi/lembaga perusahaan.
b.
Penyimpangan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
c.
Sangat sederhana dan mudah dimengerti, baik pekerjaanya
maupun pencariannya.
d.
Pelengkapannya berguna untuk bermacam-macam dokumen dan
cocok untuk tiap-tiap dokumen.
2.
Kelemahannya, antara lain sebagai berikut:
a.
Pada organisasi/lembaga/perusahaan yang luas, akan
memerlukan waktu yang lama untuk menemukan surat atau warkat yang diperlukan.
b.
Akan menyulitkan apabila terdapat nama yang sama, terutama
nama orang.
c.
Akan sulit memperkirakan persyaratan-persyaratan ruang
untuk huruf-huruf abjad yang berlainan.
a.
Nama Tunggal, adalah nama orang yang terdiri atas suku
kata, maka diindeks sebagaimana nama tersebut ditulis. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Heriawati
|
Heriawati
|
-
|
-
|
He
|
|
2
|
Suparyanto
|
Suparyanto
|
-
|
-
|
Su
|
b.
Nama ganda, adalah nama orang yang terdiri lebih dari satu
suku kata, naka diindeks berdasarkan suku kata terakhir dari nama tersebut.
Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Ine wijayanti
|
Wijayanti
|
Ine
|
-
|
Wi
|
|
2
|
Muhammad Mahardhika Janutama
|
Janutama
|
Muhammad
|
Mahardhika
|
Ja
|
c.
Nama keluarga/suku/marga, adalah nama orang diikuti nama
keluarga/suku/marga, maka diindeks berdasarkan nama keluarga/suku/marga
tersebut. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Aspin Sihombing
|
Sihimbing
|
Aspin
|
-
|
Si
|
|
2
|
Henny Maspaitella
|
Maspaitella
|
Henny
|
-
|
Ma
|
|
3
|
Sekar Arumbinang
|
Arumbinang
|
Sekar
|
-
|
Ar
|
d.
Nama orang yang menggunakan singkatan di depan ataupun
dibelakang dan tidak diketahui kepanjangannya, maka diindeks nama jelasnya.
Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
A. Rachman
|
Rachman
|
A
|
-
|
Ra
|
|
2.
|
M. Maulana S.
|
Maulana
|
M
|
S
|
Ma
|
e.
Nama orang yang menggunakan singkatan didepan ataupun
dibelakang dan diketahui kepanjangannya, maka diindeks dengan cara menulis
lengkap singkatan tersebut. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
B. J. Habibie
|
Habibie
|
Baharuddin
|
Jusuf
|
Ha
|
|
2.
|
A. H. Nasution
|
Nasution
|
Abdul
|
Haris
|
Na
|
f.
Nama orang yang memakai gelar, yang diutamakan ialah nama
asli atau marga dan gelar tidak diindeks. Gelar di tempatkan pada unit terakhir
dalam tanda kurung. Namun apabila gelar tersebut diikuti nama tunggal maka
gelar tersebut turut diindeks.
Ada
beberapa gelar yang umum dipergunakan, yaitu:
1.
Gelar akademis : seperti S.Pd., Dra., Drs., Dr., DR., Ir.,
S.H., S.E., S.T., Prof., Ph.D., M.Sc., M.Pd., M.B.A., M.M., M.si., dan
lain-lain.
2.
Gelar keagamaan ; seperti Kiai, K.H., Haji, Hajah, Ustadz,
Ustadzah, Bhiksu, Pendeta, Pastor, dan lain-lain.
3.
Gelar Kebangsaan ; seperti Raden, Raden Ajeng, KRT, Sunnan,
Sultan, Andi, Cut, Teuku, Ida Bagus atau Ida Ayu, Cokorda, dan lain-lain.
4.
Gelar kepangkatan ; seperti Marsekal, Laksamana, Kapten,
Kolonel, Jendral, Sersan, Komisaris Besar, dan lain-lain.
5.
Gelar jabatan ; seperti Presiden, Menteri, Gubernur,
Bupati, Camat, Lurah, Kepala Bagian, Direktur, dan lain-lain.
Diindeks sebagai berikut:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Dra. Hj. Dewi Laraswati, M.si.
|
Laraswati
|
Dewi
|
(Dra, Hj, M.si,)
|
La
|
|
2.
|
K.H. Abdullah Gymnastiar
|
Gymnastiar
|
Abdullah
|
(K.H.)
|
Gy
|
|
3.
|
Kapten Pierre Tendean
|
Tendean
|
Pierre
|
(Kapten)
|
Te
|
|
4.
|
Andi Meriem Mattalata
|
Mattalata
|
Meriem
|
(Andi)
|
Ma
|
g.
Nama urutan kelahiran, biasanya terjadi di Bali seperti
Putu, Wayan, Made, Nyoman, Ketut), diutamakan yang diindeks ialah nama diri
diikuti oleh gelar urutan kelahiran. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Ida Bagus Putu Arsana
|
Arsana
|
Putu
|
(Ida Bagus)
|
Ar
|
|
2.
|
Ida Ayu Nyoman Lestari
|
Lestari
|
Nyoman
|
(Ida Ayu)
|
Le
|
h.
Nama orang yang diikuti dengan nama baptis, diutamakan nama
aslinya sedangkan nama baptis tidak diindeks. Namun apabila nama baptis itu
diikuti nama tunggal maka nama baptisnya turut diindeks. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Yohannes Soemarsono
|
Soemarsno
|
Yohannes
|
-
|
So
|
|
2.
|
Theresia Anita Wulandari
|
Wulandari
|
Anita
|
(Theresia)
|
Wu
|
i.
Nama wanita yang diikuti nama suami atau ayahnya, diindeks
dengan menampilkan nama suami/ayahnya terlebih dahulu. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Ny. Kartika Ibrahim
|
Ibrahim
|
Kartika
|
(Ny)
|
Ib
|
|
2.
|
Yohanna Kartadipoetra
|
Kartadipoetra
|
Yohanna
|
-
|
Ka
|
j.
Nama orang yang memakai kata bin atau binti, diindeks
dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama yang mengikuti nama yang bertalian.
Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Fatimah binti Abdullah
|
Abdullah
|
Fatimah binti
|
-
|
Ab
|
|
2.
|
Arifin bin Sulaiman
|
Sulaiman
|
Arifin binti
|
-
|
Su
|
k.
Nama orang yang masih menggunakan ejaan lama, diindeks
sebagaimana nam aitu ditulis. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Drs. H. Djajalaras
|
Djajalaras
|
Drs.
|
H.
|
Dj
|
|
2.
|
Dra. Astuti Oemaruddin
|
Oemaruddin
|
Astuti
|
(Dra.)
|
Oe
|
a.
Nama orang Barat, Jepang, India, Thailand, dan lain-lain
diindeks berdasarkan nama keluarga yang biasanya di tempatkan di bagian
belakang nama (nick name). Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Frederick
W. Taylor
|
Taylor
|
Frederick
|
W
|
Ta
|
|
2.
|
Eiji
Yoshikawa
|
Yoshikawa
|
Eiji
|
-
|
Yo
|
|
3.
|
Jawaharlal
Nehru
|
Nehru
|
Jawaharlal
|
-
|
Ne
|
|
4.
|
Charoon
Ratanatsin
|
Ratanatsin
|
Charoon
|
-
|
Ra
|
b.
Nama orang Eropa yang memakai tanda penghubung, diindeks
nama yang menggunakan tanda penghubung tersebut sebagai satu kata. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
John
Frank Smith-Jones
|
Smith-Jones
|
John
|
Frank
|
Sm
|
|
2.
|
Sylvia
Lopez-Tiana
|
Lopez-Tiana
|
Sylvia
|
-
|
Lo
|
c.
Nama orang Eropa yang menggunakan awalan, hendaknya tidak
dianggap satu unit tersendiri, tetapi merupakan kesatuan dari nama keluarga.
Pengindeksan dilakukan dengan cara menempatkan orang yang di depannya dineri
awalan, misalnya Van, Vande, Von, Da, Di, De, La, Mc, El, Al, dan sebagainya.
Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Marco
Van Basten
|
Van
Basten
|
Marco
|
-
|
Va
|
|
2.
|
Oscar De
La Hoya
|
De La
Hoya
|
Oscar
|
-
|
De
|
d.
Nama orang China, Taiwan, Korea, diindeks dengan cara
menuliskan sebagaimana nama tersebut ditulis, karena baik orang China, Taiwan,
maupun Korea, nama keluarga selalu dicantumkan di depan. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Unit III
|
Kode
|
|
1.
|
Liem
Swie King
|
Liem
|
Swie
|
King
|
Li
|
|
2.
|
Kim Jong
Soen
|
Kim
|
Jong
|
Soen
|
Ki
|
a.
Mengindeks nama perusahaan (Toko, Pabrik, PT, Firma, CV,
Kantor) pada umumnya diutamakan nama yan gdipentingkan, kemudian diikuti dengan
jenis badan hukum yang dipentingkan, kemudian diikuti dengan jenis badan hukum
atau kegiatannya. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
PT Pos
Indonesia
|
Pos
Indonesia
|
Perseroan
Terbatas
|
Po
|
|
2.
|
Toko
Buku Gramedia
|
Gramedia
|
Toko
Buku
|
Gr
|
|
3.
|
Firma
Sejati
|
Sejati
|
Firma
|
Se
|
b.
Nama Bank atau Perusahaan yang disingkat, cara
mengindeksnya ialah dengan menampilkan kepanjangan dari singkatan itu terlebih
dahulu, kemudian diindeks sebagaimana nama kepanjangnnya. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
BCA
|
Central
Asia
|
Bank
|
Ce
|
|
2
|
GIA
|
Garuda
Indonesia
|
Airways
|
Ga
|
c.
Nama Perusahaan yang menggunakan nama orang, diindeks
sebagaimana nama tersebut ditulis, kemudian diikuti dengan jenis badan hukum
atau kegiatannya. MIsalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
RS Hasan
Sadikin
|
Hasan
Sadikin
|
Rumah
Sakit
|
Ha
|
|
2.
|
Bandara Soekarno
Hatta
|
Soekarno
Hatta
|
Bandar
Udara
|
So
|
d.
Nama Perusahaan yang terdiri atas angka sebagai bagian dari
nama perusahaan tersebut, diindeks dengan cara menulis angka tersebut sebagai
satu unit dengan yang lainnya. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
Restaurant
499
|
Empat
Sembilan Sembilan
|
Restauran
|
Em
|
|
2.
|
Hotel
727
|
Tujuh
Dua Tujuh
|
Hotel
|
Tu
|
e.
Nama Perusahaan yang menggunakan huruf dan bukan merupakan
singkatan, diindeks dengan cara sebagai berikut:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
Toko XYZ
|
XYZ
|
Toko
|
Wy
|
|
2.
|
Firma
ABC
|
ABC
|
Firma
|
Ab
|
f.
Nama perusahaan yang menggunakan nama penghubung, dari,
dan, &, tidak dianggap sebagai bagian tersendiri dari nama tersebut.
Pengindeksanya dilakukan sebagai berikut:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
Beauty
Fashion & Make Up
|
Beauty
|
Fashion
& Make Up
|
Be
|
|
2.
|
Metty
& Shopie Salon
|
Metty
& Shopie
|
Salon
|
Me
|
a.
Nama Institusi yang diutamakan ialah sifat dari institusi
tersebut. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
SMK
Negri 1 Bandung
|
Kejuruan
Negri 1 Bandung
|
Sekolah
Menengah
|
Ke
|
|
2.
|
UPI
Bandung
|
Pendidikan
Indonesia Bandung
|
Universitas
|
Pe
|
|
3.
|
STIEB
|
Ilmu
Ekonomi Bandung
|
Sekolah
Tinggi
|
Il
|
b.
Nama Instansi atau lembaga, diindeks dengan cara meletakan
nama instant atau lembaga tersebut pada unit terakhir pengindeksan. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
DEPDIKNAS
|
Pendidikan
Nasional
|
Depertemen
|
Pe
|
|
2.
|
LAN
|
Administrasi
Negara
|
Lembaga
|
Ad
|
|
3.
|
LIPI
|
Ilmu
Pengetahuan Indonesia
|
Lembaga
|
Il
|
c.
Nama yayasan atau perkumpulan, yang pertama diindeks ialah
kata pengenal terpenting dari nama yayasan atau perkumpulan tersebut, kemudian
baru sifatnya. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
PGRI
|
Guru
Republik Indonesia
|
Persatuan
|
Gu
|
|
2.
|
IDI
|
Dokter
Indonesia
|
Ikatan
|
Do
|
|
3.
|
ICMI
|
Cendikiawan
Muslim Indonesia
|
Ikatan
|
Ce
|
d.
Nama pemerintah negara asing, yang diindeks ialah unit
politik dari negara tersebut. Misalnya:
|
No
|
Nama
|
Unit I
|
Unit II
|
Kode
|
|
1.
|
CIA
|
Amerika
|
Central
Intelegence (of)
|
Am
|
|
2.
|
AAA
|
American
Accounting
|
Association
|
Am
|
Daftar klasifikasi adalah suatu daftar
yang berisi pengelompokan arsip secara sistematis berdasarkan urutan abjad dari
nama perorangan atau organisasi. Prosedur yag harus dilakukan dalam penyusuna
daftar klasifikasi yaitu: melakuka kegiatan mengindeks, kemudian mengode, dan
selanjutnya mengabjad. Contoh cara menyusun daftar klasifikasi dari nama-nama
berikut:
1. Maharani Dewi Pramudhita, Pramudhita, Maharani Dewi
2. Silva Afni, Afni, Silva
3. PT Tirta Investama, Tirta Investama, Persereoan Terbatas
4. Hotel Isola, Isola, Hotel
5. Rumah Makan Sari Edah, Sari Endah, Rumah Makan
6. BRI, Rakyat Idonesia, Bank
7. UPI, Pendidikan Indonesia, Universitas
8. RS Advent, Advent, Rumah Sakit
Yaitu sebagai berikut:
|
Kode
|
Caption
|
|
|
A
|
||
|
Ad
|
Advent, Rumah Sakit
|
|
|
Af
|
Afni, Maulidya
|
|
|
I
|
||
|
Is
|
Isola, Hotel
|
|
|
P
|
||
|
Pe
|
Pedidikan Indonesia, Universitas
|
|
|
Pr
|
Pramudhita, Maharani Dewi
|
|
|
R
|
||
|
Ra
|
Rakyat Indonesia, Bank
|
|
|
S
|
||
|
Sa
|
Sari Endah, Rumah Makan
|
|
|
T
|
||
|
Ti
|
Tirta Investama, Perseroan Terbatas
|
|
Peralatan atau perlengkapan yang
diperlukan untuk menyimpan arsip dengan meggunakan sistem abjad sebagai
berikut:
1. Filling Cabinet; sebaiknya meggunakan drawer filling
cabinet, yaitu filling cabinet yang berlaci. Pada laci filling cabinet, diberi
kode di bagian depannya. Misalnya filling cabinet mempunyai empat laci, maka
kodenya:
a) Laci I berkode A – F
b) Laci 2 berkode G – L
c) Laci 3 berkode M – S
d) Laci 4 berkode T - Z
2. Guide; banyaknya guide sebanyak 26 buah (sesuai dengan
jumlah abjad) dan masing-masing diberi tanda atau kode a, b sampai dengan z,
dan disusun dalam laci secara berurutan dengan kode yang ada.
3. Folder; yang dibutuhkan adalah 26 x 26 buah masing-masing
diberi kode Aa, Ab, Ac sampai denga Az. Hingga Za, Zb, Zc, sampai dengan Zz.
Kemudian disusun di belakang guide secara berurutan sesuai dengan kodenya.
4. Rak Sortir; untuk menyortir surat-surat sebelum
ditempatkan di dalam folder.
5. Kartu Indeks; sebagai sarana penemuan kembali surat atau
dokumen.
6. Rak Kartu atau Laci Kartu; untuk menyimpan kartu indeks.
1. Rumah Sakit Advent Bandung
Jalan Cihampelas No. 161 Cipaganti
Bandung
2. Rumah Sakit Ibu dan Anak Sukajadi
Jalan Sukajadi No. 149 Bandung
Berdasarkan hasil
observasi yang telah kami lakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak dan Rumah Sakit
Advent, bahwa kedua rumah sakit tersebut menggunakan peyimpanan kearsipan
berdasarkan sistem abjad.
Di RS Ibu dan Anak
kami mendapatkan informasi mengenai pengelolaan arsip data pasien yang
terdaftrar di RS tersebut. Sedangkan di RS Advent, kami mendapatkan informasi
pengelolaan kearsipan mengenai data karyawan yang bekerja di RS Advent.
Berkenaan dengan RS Advent tidak bersedia memberikan informasi mengenai rekam
medis pasien di RS tersebut.
Adapun proses
pegelolaan arsip di RS Ibu dan Anak serta RS Advent, yaitu sebagai berikut:
1. Tahap penciptaan
Suatu tahap dimana arsip diciptakan
sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan organisasi atau
perorangan. Arsip yang mengandung data ini dapat berupa surat atau kertas
bercetak, rekaman (audio visual), dan sebagainya.
Di rumah sakit ibu dan anak dan rumah
sakit advent penciptaan arsip di lakukan oleh staff administrasi yang ada di
rumah sakit tersebut.
2. Tahap penggunaan
Arsip digunakan untuk berbagai
keperluan, misalnya; pengambilan keputusan, penetapan kebijakan dan
perencanaan.
Di rumah sakit ibu dan anak , dalam
penggunaan arsip di rumah sakit tersebut data pasien digunakan untuk mengetahui
gejala atau peyakit yang di derita sehingga dokter bisa mengambil keputusan
dalam pemeriksaa lebih lanjut.
Di rumah sakit advent, dalam
penggunaan arsip pegawai digunakan apabila arsip tersebut di butuhkan ketika
data tersebut dibutuhkan. Seperti data pensiun, mutasi karyawan dan
pemberhentian karyawan.
3. Tahap pemeliharaan
Pemeliharaan arsip dilakukan untuk
mencegah kerusakan arsip yang dapat terjadi karena faktor intrinsik yaitu
bahan-bahan yang digunakan dalam menciptakan arsip.
4. Tahap penyusutan
Dalam proses penyusutan biasanya
dilakukan dalam kuru waktu maksimal 10 tahun, akan tetapi di rumah sakit ibu
dan anak data riwayat pasien tidak di lakukan penyusutan karena untuk menindak
lanjuti ketika pasien melakukan pemeriksaan kembali.
Sedangkan rumah sakit advent tidak
melakukan pemusnahan terhadap arsip karyawan baik yang masih aktif bekerja
maupun tidak. Akan tetapi arsip tersebut akan dimusnahkan apabila arsip
tersebut merupakan arsip karyawa yang sudah tidak bekerja dan telah di simpan
selama kurang lebih 10-15 tahun.
Dari pembahasan di
atas dapat disimpulkan bahwa penglolaan arsip dalam sistem abjad yaitu
pengelolaan yang disusun berdasarkan abjad dimulai dari A-Z. Dirumah
sakit yang kami kunjungi sistem pengelolaan arsipnya menggunakan sistem abjad
dimana prosesnya dari mulai pencitaan,penggunaan,pemeliharaan dan
penyusutan.
1. Untuk instansi pemerintah atau swasta
Makalah ini untuk lembaga pemeritahan
diharapkan menggunakan sistem kearsipan sesuai dengan kebutuhan. Hal ini
dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan kegiatan administratif dalam
lembaga tersebut.
2. Untuk mahasiswa
Diharapkan kepada mahasiswa khusunya
mahasiswa pendidikan manajemen perkantoran untuk lebih memahami pengelolaan
kearsipan baik menggunakan sistem abjad maupun sistem lainnya. Karena hal ini
dapat membantu mahasiswa dalam dunia kerja nanti khususnya ketika menjadi guru.
astaghfirullah tobaattt
ReplyDelete