Header Ads

PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING

 Hallo pembaca selamat malam ^_^

 Disini saya akan berbagi tentang Bimbingan dan Konseling, untuk referensi makalh juga bisa. Silahkan di cek. ^^


FUNGSI DAN PENDEKATAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
A.      Fungsi Bimbingan dan Konseling
Terdapat beberapa funsi bimbingan dan konseling :
1.      Fungsi Pemahaman
            Fungsi konselor disini untuk memberikan pemahaman terhadap konseli bagaimana dirinya (potensinya) dan lingkungan (Seperti pendidikan dan masyarakat). Hasil dari pemahaman ini konseli bisa mengetahui kemampuannya dan dapat berkomunikasi dengan baik terhadap lingkungan sekitarnya.
2.      Fungsi Fasilitasi
            Fungsi ini memberikan kemudahan terhadap konseli dalam pencapaian pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
3.      Fungsi Penyesuaian
            Disini fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya secara dinamis dan konstruktif.
4.      Fungsi Penyaluran
            Fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli untuk memilih apa minat dan bakat atau kemapuan konseli, jurusa atau pendidikan apakah yang disukai bahkan dalam hal karir. Fungsi konselor disini tidak hanya berhubungan dengan konseli, tetapi dengan pihak pendidikan atau luar lembaga.
5.      Fungsi Adaptasi
            Fungsi adaptasi lebih merujuk kepada pelaksana pendidikan, sekolah/madrasah, guru, konselor untuk menyesuaikan program pendidikan dengan latar belakang pendidikan konseli.  
6.      Fungsi Pencegahan (Preventif)
7.      Fungsi Perbaikan
8.      Fungsi Penyembuhan
9.      Fungsi Pemeliharaan
10.  Fungsi Pengembangan

B.  Pendekatan Bimbinga dan Konseling
     Dalam menguraikan pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam bimbingan dan konseling,Iis Haryati (2009) menyatakan bahwa setiap pendekatan memiliki pandangan yang berbeda tentang sifat manusia, pribadi manusia, kondisi manusia, dll. Pandangan tentang manusia ini akan melahirkan konsep dan landasan filosofis mengenai bimbingan dan koseling.
     Oleh karena itu,merujuk pada filosofis in, Iis Haryati, yang mengutif pandangan Gerald Corey (2005), menguraikan berbagai Pendekatan dalam bimbingan dan konseling, yaitu :
1.      Pendekatan Psikoanalitik
     Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini. Motif dan Konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang. Adapun perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi.
2.      Pendekatan Eksistensial-Humanistik
Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencangkup kesanggupan untuk menyadari diri, kebebasan untuk menentukan nasib sendiri, kebebasan dan tanggung jawab, kecemasan sebagai suatu unsur dasar, pencarian makna yang unik di dalam dunia yang tak bermakna, ketika sendirian dan ketika berada dalam hubungan dengan oranglain, keterhinggan dan kematian dan kecendrungan untuk mengaktualkan diri.
3.      Pendekatan Client-Centered
Pendekatan ini memandang manusia secaa positif bahwah manusia memiliki suatu kecendrungan ke arah berfungsi penuh. dalam konyeks hubungan konseling, klien mengalami perasaan-perasaan yang sebelumnya diingkari. Klien mengaktualkan potensi dan bergerak kearah peningkatan kesadaran, spontanitas, kepercayaan kepada diri, dan keterarahan.

4.      Pendekatan Gestalt
Manusia terdorongke arah keseluruhan dan integrasi pemikiran perasaan serta tingkah laku. Pandangannya antideterministik dalam arti individu dipandang memiliki kesanggupan untuk menyadari bagaimana pengaruh masa lampau berkaitan dengan kesulitan-kesulitan sekarang.
5.      Pendekatan Analisis Transaksional
Manusia dipandang memiliki kemampuan memilih. Apa yang sebelumnya ditetapkan, bisa ditetapkan ulang.meskipun manusia dapat menjadi korban dari putusan-putusan dini dan skenario kehidupan, aspek-aspek yang mengalihkan diri bisa diubah dengan kesadaran.
6.      Pendekatan Tingkah Laku
Manusia dibentuk dan dikondisikan oleh pengondisian sosial budaya Pandangan Determistik, dalam arti, tingkah laku dipandang sebagai hasil belajar dan pengondisian.
7.      Pendekatan Rasional Emotif
Manusia dilahirkan dengan potensi untuk berpikir rasional, tetapi juga dengan kecendrungan-kecendrungan kearah berpikir curang. mereka cenderung untuk menjadi korban dari keyakinan-keyakinan yang irasional dan untuk mereindoktrinasi dengan keyakinan-keyakinan yang irasional itu, tetapi berorientasi kognitif tingkahlaku tindakan, dan menekankan berpikir, menilai, menganalisis, melakukan, dan memutuskan ulang. modelnya adalah didaktif direktif, tetapi dilihat sebagai reduksi.
8.      Pendekatan Realitas
Pendekatan realitas berlandaskan motivasi pertumbuhan dan antideterministik. Menurut Prof. Dedi Supriadi (2004:213),berdasarkan agendanya, bimbingan dapat dilakukan secara individual dan kelompok(group). bimbingan dan konselingbyang dilakukan secara individual disebut "bibingan individu", sedangkan bimbingan dan konseling yang dilakukan secara berkelompok disebut "bimbingan kelompok".







Myrick, 1993. (Muro & Kotman, 1995) mengemukakan empat pendekatan dasar dalam Bimbingan dan Konseling, yaitu :
a.       Pendekatan Krisis, yaitu pendekatan pemberian layanan bimbingan dan konseling didasarkan pada adanya krisis yang dialami konseli.
b.      Pendekatan Remedial, yaitu pendekatan pemberian layanan bimbingan dan konseling yang menekankan pada kelemahan-kelemahan yang dimiliki konseli dan upaya pemberian remidi terhadap kelemahan-kelemahan tersebut.
c.       Pendekatan Preventif, yaitu pendekatan pemberian layanan bimbingan dan konseling yang menekankan pada pencegahan terjadinya masalah-masalah yang mungkin akan dialami oleh konseli.
d.      Pendekatan Perkembangan, yaitu pendekatan pemberian layanan bimbingan dan konseling yang menekankan pada identifikasi pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan pengalaman yang diperlukan konseli agar berhasil dalam kehidupan akademik, karier, pribadi-sosial.





Referensi :
Nasional, D. P. (2007). Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

No comments

Contoh LK 3.1 Best Practice PPG Daljab Kategori 2 tahun 2022

Silahkan klik link dibawah ini untuk download:   Contoh LK 3.1 Best Practice

Powered by Blogger.