Ungkapan hati terkecilku.
Teruntuk Sahabatku
Sudah lama aku memikirkan kata-kata ini, tentunya dibenakku.
Mungkin sudah saatnya untuk saling membuka hati kembali,
Kawan.
Melupakan semua yang “Dulu” terjadi.
Tak ingin menjadi bebanku nanti mempunyai cerita buruk
dimasa-masa remajaku, untuk ku ceritakan kepada anak-anakku kelak.
Alangkah baiknya kita buka hati ini dengan kata maaf, maaf
yang sebesar-besarnya atas dulu yang terjadi.
Mungkin disini aku yang pertama
membua kacau, Aku sangat sangat meminta maaf Kawan. *cry*
Dulu kita memang masih belum dewasa. Mungkin sekarang kita
“Tersenyum kecil” kenapa dulu kita begitu bodoh melakukan hal kekanak-kanankan
itu. Sampai-sampai untuk bertegur sapa pun kita canggung.
Maaf hanya berani mengungkapkannya disini.
Utuk terakhir kalinya Maaf dariku, Sahabat.

Post a Comment